BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Puluhan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak bisa mengisi kartu rencana studi (KRS) sebagai syarat mengikuti bangku perkuliahan karena biaya semester menunggak selama satu tahun. Hal itu disebabkan uang beasiswa mereka dari Pemda Bandung Barat belum turun.
Macetnya beasiswa dari Pemda Bandung Barat ini adalah kali ke dua, setelah sebelumnya pada tahun 2022 lima puluh mahasiswa jurusan PGMI ini pernah pula mengalami hal serupa. Di Tahun tersebut bahkan para mahasiswa itu terpakasa harus cuti selama setahun.
“Sekarang kami tidak bisa ambil KRS. Masalah sama seperti tahun lalu gara-gara pemda belum bayar. Kalau dulu gak bayar semester 1-3, sekarang semester 4 dan 5 belum dibayarkan,” kata salah satu mahasiswa penerima beasiswa asal Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Toyib Fahran Hidayat Sabtu (03/02).
Macetnya pembayaran beasiswa itu dikhawatirkan para mahasiswa, tidak hanya menghambat studi mereka, namun justru dikhawatirkan bisa menghentikan Pendidikan mereka jika tidak ada kejelasana pembayaran tersebut.
“Kalau tanpa kejelasan, kita khawatir kena drop out. Dulu sempat diberi keringanan untuk cuti karena ada jaminan dari pihak pemda, sekarang gak tahu lagi gimana. Pemda gak tanggung jawab, padahal kita sudah sekuat tenaga belajar dan curahkan waktu,” tambahnya.
Ia membuka fakta bahwa pada tahun 2022 lalu 23 dari 50 mahasiswa tersebut ternyata terpaksa putus kuliah karena ketersedatan pembayaran beasiwa dari pemda bandung Barat.
“Dulu jumlah penerima beasiswa ada 50 orang. Karena sempat menunggak ada yang berhenti, pulang ke kampung, atau pilih kerja. Jadi sekarang yang masih kuliah tinggal 27 orang,” ungkap Toyib.
Toyib berharap pihak pemda bisa memfasilitasi pada UIN soal kondisi saat ini, seperti yang dilakukan pada tahun 2022. Yang ia tahu, sebelumnya pihak Pemda KBB dengan UIN telah membuat kesepakatan soal beasiswa itu. Namun ia khawatir dengan rotasi pejabat OPD KBB yang sudah dilakukan kesepekatan tersebut tidak ditindak lanjuti.
“Pihak Pemda diwakili bagian kesra sempat datang ke UIN dan membuat kesepakatan untuk bayar. Tapi setelah ada rotasi mutasi penagihan gak bisa. Kesepakatan awal mentah lagi,” Kata Toyib..
Sementara itu Wakil Dekan II Bidang Admin Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Tarbiyah, UIN Sunan Gunung Djati, Hariman Surya Siregar mengatakan kondisi tersebut benar tejadi. Ia mengetahui adanya puluhan mahasiswa penerima beasiswa Pemda yang saat ini tidak bisa mengakses KRS.
“Betul, belum ada kepastian Pembiayaannya dari Pemda KBB. Sehingga semester sekarang terancam tidak bisa ngambil mata kuliah atau tidak bisa KRS,” kata Hariman.
Ia mengatakan jika ada kepastian Pembiayaan dari Pemda KBB, maka para mahasiswa bisa kuliah dan bisa mengambil KRS. Ia pun memperlihatkan tulisan tangan pada sebuah kertas soal kesanggupan penyelesaian pembiayaan dari pejabat berwenang.
“Tahun 2023 sebenarnya Kabag Kesra dan jajarannya pernah datang ke kampus dan memastikan pembiayaan mahasiswa KBB akan diselesaikan, tetapi pergantian Bupati dan pejabat di KBB, angin segar itu kemudian menjadi mentah lagi,” jelas Hariman. (*)






