Hujan Bisa Sebabkan Erupsi Freatik, Badan Geologi Imbau Pendaki Tidak Beraktifitas di Sekitar Kawah Terbuka Papandayan

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Gunung Papandayan di Kabupaten Garut menjadi perhatian Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, sehubungan kemungkinan terjadinya erupsi freatik imbas air hujan yang masuk ke kawah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid dalam keterangan pernya Sabtu, (09/11).

“Potensi bahaya G. Papandayan saat ini adalah terjadinya erupsi tiba-tiba, apalagi mulai masuknya musim penghujan, air hujan yang masuk dalam sistem hidrotermal G. Papandayan dapat mengalami perubahan fasa menjadi uap air dan berpotensi terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba,” kat Wafid.

“Potensi bahaya lainnya berupa gas-gas vulkanik yang bila melebihi ambang batas dapat mengganggu kesehatan, terutama dalam cuaca mendung dan hujan. Selain itu pula dalam musim penghujan, dinding-dinding kawah G. Papandayan yang rapuh karena teralterasi, berpotensi terjadinya longsor,” imbuhnya.

Meski Wafid menyampaikan imbauan kewaspadaan itu, Berdasarkan data pengamatan visual, instrumental dan potensi bahayanya saat ini, tingkat aktivitas Gunung Papandayan masih pada Level I (Normal).  Faktor air yang masuk ke kawah lah yang menjadi pemicu kemungkinan terjadinya erupsi freatik.

“Masyarakat di sekitar Gunung Papandayan dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Papandayan yaitu, Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk atau Balagadama dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan,” imbau Wafid.

Wafid juga mengimbau Masyarakat di sekitar Papandayan dan Wisatawan, pendaki atau pengunjung mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba – tiba.

“Masyarakat di sekitar Gunung Papandayan, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gu Papandayan agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba[1]tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan pun harus mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan,” jelas Wafid.

Sehubungan imbauan ini,  Wafid meminta agar Pemerintah Daerah, utamanya BPBD di Kabupaten untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Papandayan di Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *