BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Balon Bupati asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hengki Kurniawan mengatakan sehubungan dengan pencalonannya, penjajagan terhadap partai-partai yang diajak berkomunikasi untuk membangun visi dan misi yang sama, sudah dilakukan. Namun demikian sampai saat ini belum mengerucut terhadap nama yang akan diajukan untuk mendampinginya maju pada Pilkada November mendatang.
“Sudah kita jajaki, tapi nantinya hasilnya seperti apa, nanti mendekati pendaftaran baru bisa kita sampaikan dengan siapa kita berpasangan,” kata Hengki usai melaksanakan kunjungan ke syukuran ulang tahun Raudhatul Athfal (RA) Ar Rasyiidu di Lembang, Senin (10/06).
Hengki mengaku bahwa saat ini tugasnya adalah membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Selain dengan unsur-unsur parpol yang memiliki kesamaan pandangan, ia juga berkomunikasi dengan masyarakat langsung, untuk mengetahui permasalahan yang kerap dihadapi.
“Disamping yang menjalin komunikasi politik, ada juga pekerjaan yang harus saya jalankan, ada pekerjaan kecil yang harus saya handle, saya juga turun, seperti hari ini, bu Popi meminta saya hadir di undangan ulang tahun, ya saya hadir, sekaligus menyerap aspirasi, kita belanja masalah, ya termasuk minta doa restu,” ungkap Hengki.
Hengki juga mengatakan bahwa soal surat rekomendasi untuk terjun di Pilkada nanti, semua juga bergantung dari survey yang ia akui sangat berpengaruh terhadap penentuan siapa yang layak mendapatkan rekomendasi.
“Sebetulnya memang survey itu menjadi salah satu rujukan, yang mudah-mudahan dari hasil survey ini, kita bisa bekerjasama dengan partai-partai yang lain,” tegas Hengki.
Hengki sendiri mengatakan bahwa pengalaman ia memimpin Bandung Barat tidak menjadi patokan baginya untuk maju. Ia mengatakan mengapa ia mendaftarkan diri terakhir dan melalui DPD, karena ia justru melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah ia lakukan saat menjadi Bupati Bandung Barat.
“Kalau saya jadi Bupati itu malah jadi banyak pikiran. Saya melihat dampak perang yang mengakibatkan sembako mahal. Saya melihat bagaimana mitigasi bencana, apakah sudah dilakukan dengan baik. Saya bukan karena mantan Bupati terus jadi PD (Percaya Diri -red). Malah saya memikirkan apakah bisa memimpin dengan mengurangi beban penderitaan rakyat. Bukan untuk gagah-gagahan atau sekedar berada di tampuk kekuasaan. Saya malah introspeksi diri. Setelah itu saya minta restu ke ibu, Istri dan keluarga, baru maju,” jelas Hengki.
Hengki sendiri secara resmi sudah menerima surat tugas dari DPP PDIP untuk melakukan sejumlah upaya dalam menghadapi Pilkada di Bandung Barat pada 27 November 2024 mendatang.
Ia mengatakan, surat tugas yang diberikan oleh DPP PDIP tersebut segera ditindaklanjuti dengan upaya kongkrit hingga tahapan selanjutnya.
“DPP PDIP memberikan tugas kepada saya dan kang Pamriadi untuk segera melakukan komunikasi politik dengan partai lain dalam menghadapi Pilkada di Bandung Barat,” kata Hengki.
Hengki sendiri mengaku akan terus menjalankan tugas yang diberikan oleh DPP PDIP secara maksimal.
“Tentu saya sebagai kader bakal melakukan upaya yang maksimal hingga waktu yang sudah ditentukan oleh DPP PDIP,” katanya.
Ia menegaskan, komunikasi politik yang baik merupakan hal yang penting. Terlebih menghadapi Pilkada yang kurang lebih enam bulan lagi.
“Tentu semuanya memiliki cita-cita dan persepsi yang sama untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkas Hengki. (*)






