BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Acara senam aerobik bersama yang diselenggarakan di Gedung BHHH2 Panorama Lembang, Minggu (04/08) KBB tumpah ruah oleh para ibu – ibu dan remaja, yang ingin bersilaturahmi langsung dengan mantan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan. Dalam acara tersebut hadir Ketua DPD PDIP Jabar juga Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Ono Surono dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat, Ida Widaningsih, Minggu (04/08).
Hengki menjadi magnit di setiap acara yang dihadirinya. Ini membuktikan bahwa Hengki memiliki popularitas yang masih tinggi.
“Alhamdulillah saya bisa bertemu bapak-ibu kembali dan mudah-mudahan ini bisa menjadi ajang silaturahmi kita,” kata Hengki saat menghadiri acara senam aerobik tersebut.
Saking senangnya para emak-emak dan remaja itu bisa bertemu dengan Pemimpin favoritnya, mereka pun selepas acara senam itu memburu Hengki untuk foto bersama.
Meskipun gagal pada pemilihan legislatif, banyak masyarakat mendorong Hengki Kurniawan untuk turun di Pilkada KBB tahun 2024, yang akan dilaksanakan November mendatang.
Pada akun IG nya pun Hengki sudah mentasbihkan diri untuk turun kembali di kancah Pilkada KBB, setelah beberapa waktu lalu ia sempat dimintai untuk menjadi Bacalon Walikota Blitar. Dimintanya Hengki untuk kembali ke KBB tentu membuat persaingan menjadi semakin kompetitif untuk menuju KBB 1.
Hengki bisa jadi di atas angin, karena sebagian masyarakat KBB sudah sangat mengenalnya dan popularitasnya di sebagian anak muda dan generasi z cukup baik.
Dalam tabulasi peraihan suara pada Pileg lalu, Hengki Kurniawan meraih suara cukup baik, sekitar 35 ribuan di 16 kecamatan. Ini membuktikan bahwa Hengki menjadi kader terbaik PDIP di KBB dan ini bisa jadi modal untuk mencalonkan diri.
Pada Juni lalu, Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC), mengeluarkan survey soal Pilkada Bandung Barat. Survei ini digelar dengan melibatkan para calon pemilih dengan tujuan untuk mengetahui sejauh sikap para pemilih terhadap para Bacalon Bupati Bandung Barat.
SMRC menyebut populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Kabupaten Bandung Barat yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Dalam survei tersebut, jumlah sampel sebanyak 410 orang yang dipilih secara acak di tingkat Desa. Sampel dipilih dengan metode multistage random sampling dengan jumlah proporsional. Toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ±5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Dari survey tersebut soal Bakal Calon Bupati yang memiliki vote tertinggi adalah Hengki Kurniawan dengan angka 55,7 persen. Di urutan kedua Edi Rusyandi dengan angka 5,7 persen, urutan ke tiga Aep Nurdin dengan angka 3,6 persen, urutan ke empat Sundaya dengan angka 3,2 persen dan di urutan ke lima ada Dicky Chandranegara dengan angka 2,4 persen.
Dari data yang dihimpun data survei, Posisi untuk mengubah pilihan tidak banyak bergeser.
Ada 36 persen yang kecil kemungkinannya mengubah pilihan tersebut, dan 33 persen yang kemungkinan besar akan mengubah pilihan mereka.
Mereka yang menjadi objek survey rata-rata beralasan bahwa Bakal calon bupati yang perhatian pada rakyat, berpengalaman di pemerintahan dan sudah ada bukti hasil kerja menjadi alasan yang paling banyak diutarakan.
Pada saat pengerucutan nama dari 10 menjadi 8, kemudian dikerucutkan lagi menjadi lima besar, nama Hengki Kurniawan tetap menjadi teratas dan terpaut jauh dengan calon lainnya dengan rata-rata 70 persen suara.
Dari survei ini, terkuak peran media sosial, televisi dan Pertemuan terbuka menjadi tools yang efektif bagi masyarakat mengetahui para calon tersebut.
Dari breakdown data Hengki diakui para responden menjadi yang terbanyak muncul di ketiga tools tadi, termasuk pemberitaan di media online dan cetak.(*)






