JAKARTA, BANDUNGSATU.COM – Hengki Kurniawan hadir pada rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI Perjuangan (PDIP) yang akan membahas tiga persoalan pokok, yakni sikap politik, perumusan program kerakyatan, hingga pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Jumat (24/05).
“Mengenai isi materi dan sebagainya, rakernas ini nanti akan membahas persoalan-persoalan terkait tiga persoalan pokok,” ucap Ketua Steering Committee Rakernas V PDIP Djarot Saiful Hidayat saat konferensi pers di arena Rakernas V PDIP, Jumat.
Djarot menjelaskan, sikap politik yang dibahas dalam rakernas ini berkaitan dengan sikap secara internal maupun eksternal PDIP.
Kehadiran Hengki Kurniawan selain menjadi sorotan media karena tidak banyak berstatemen soal dimana ia akan menjadi Bakal Calon Bupati, juga menjadi kisi-kisi yang mungkin akan tampak, dimana nanti Hengki akan ‘berlabuh.’
Setidaknya mereka yang ikut hadir bersama Hengki pada rakernas ini, bisa juga menjawab kepenasaran awak media dan masyarakat soal di Blitar atau di Bandung Barat kah Hengki akan menjadi Calon Bupati.
Kehadiran Hengki di Rakernas PDIP, dan dihadiri juga Ketua DPC PDIP KBB, Ida Widaningsih, Sekretaris, Iwan Ridwan dan bendahara DPC PDIP KBB Rahmat Mulyana yang mendapat undangan dalam acara Rakernas tersebut.
Sementara itu Divisi Humas Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat, Mentari Kala Senja mengatakan bahwa dari survei terakhir yang dirilis Rumah Survey Nasional (RSN), Suara Hengki masing mengungguli Kandidat Bupati lainnya.
“Periode Survei yang dilakukan RSN pada 08 Mei 2024 – 18 Mei 2024 dengan sample 500 responden di 80 Desa se-Bandung Barat itu mendudukan Hengki pada urutan pertam dengan suara 55, disusul oleh Edi Rusyadi dengan suara 36 dan Faisal Haris pada urutan ke tiga dengan suara 33,” kata Mentari.
Dalam survey tersebut kemudian diurutkan di nomor empat adalah Yayat T Soemitra dengan suara 18, urutan ke lima Asep Ilyas dengan suara 16, urutan ke enam Sundaya dengan suara 15, urutan ke tujuh Asep Sodikin dengan suara 13, dan urutan ke delapan Gugun Gunawan dengan suara 10.
Mentari memprediksi dengan elektabilitas itu, DPP PDIP akan lebih memilih Hengki untuk menjadi Calon Bupati di Bandung Barat, ketimbang Blitar.
“Analisa saya sejak dulu, Hengki pasti akan berlabuh ke KBB, karena dari Pileg saja, terlihat masih banyak mereka yang menjadi pendukung Hengki, terutama kalangan gen-z dan emak-emak. Pemilih pada Pileg ada kemungkinan masih akan tetap pada pilihannya. Jadi survei ini terukur. Hengki memang memiliki pendukung yang cukup menjanjikan,” kata Mentari.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menjelaskan, Rakernas V adalah forum untuk mengevaluasi kinerja partai sejak pelaksanaan Kongres PDIP tahun 2019. Di samping itu, juga musyawarah untuk mengembalikan kongres partai ke dalam siklus lima tahunan.
Ia juga mengatakan bahwa rakernas ini turut merumuskan, memutuskan, dan memantapkan sikap politik PDIP, baik sikap politik menyangkut kebijakan internal maupun eksternal.
“Di antaranya kita akan bahas prediksi dan proyeksi pemerintahan nasional, bangsa Indonesia 5 tahun ke depan,” tuturnya.
Disinggung soal Siapa saja yang hadir pada rakernas tersebut, ia mengatakan peserta Rakernas V PDIP berjumlah 2.160 yang terdiri dari kader-kader partai, mulai tingkat pusat hingga pengurus cabang. Namun pada agenda pembukaan, PDIP juga mengundang pihak eksternal, sehingga totalnya berjumlah 4.859 orang.
“Selain peserta rakernas, juga terdiri dari unsur-unsur undangan partai. Mereka terdiri pimpinan partai politik pendukung Ganjar-Mahfud, kemudian menteri-menteri dari PDI Perjuangan, menteri-menteri sahabat, para senior partai, tokoh-tokoh nasional, relawan pendukung Ganjar-Mahfud, para aktivis civil society (kelompok masyarakat sipil), kemudian perjuangan demokrasi, dan para cendekiawan,” jelasnya.
Rakernas V PDIP mengangkat tema “Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang” dengan subtema “Kekuatan Kesatuan Rakyat, Jalan Kebenaran yang Berjaya”. Rakernas berlangsung pada Jumat (24/5) hingga Minggu (26/5) di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta. (*)






