BANDUNGSATU.COM – Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat di kota besar seperti Jakarta, banyak masyarakat urban mulai mencari cara untuk menyeimbangkan kembali gaya hidup mereka.
Fenomena healing lifestyle dan slow living kini semakin populer, sebuah pendekatan hidup yang menekankan ketenangan, kedekatan dengan alam, serta kualitas waktu yang lebih bermakna bersama keluarga.
Hal tersebut dikatakan Direktur Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, Kamis (01/10).
Ryan menyebut, tak jauh dari Jakarta, sebuah kawasan di barat Bandung menawarkan pengalaman tersebut.
”Kota Baru Parahyangan dikenal sebagai township yang dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang hidup yang mendukung keseimbangan antara aktivitas, alam dan komunitas,” kata Ryan.
”Dikelilingi panorama perbukitan serta udara yang lebih sejuk, Kota Baru Parahyangan menghadirkan suasana yang ideal untuk menikmati gaya hidup yang lebih perlahan dan penuh kesadaran,” imbuhnya.
Ryan mengatakan, jalan-jalan yang tertata rapi, ruang terbuka hijau yang luas, serta jalur pedestrian yang nyaman menjadikan kawasan ini cocok untuk aktivitas sederhana namun menenangkan seperti berjalan pagi, bersepeda santai, atau sekadar menikmati waktu di ruang terbuka.
Ryan mengungkapkan, bagi warga Jakarta, yang ingin mengambil jeda dari kesibukan kota, akses menuju Kawasan Kota Baru Parahyangan ini juga semakin praktis.
Menurutnya, kehadiran Kereta Cepat Whoosh melalui Stasiun Kereta Cepat Padalarang membuat perjalanan dari Jakarta menuju kawasan Bandung Barat kini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih efisien. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat Jakarta untuk menikmati suasana alam dan ketenangan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
”Lebih dari sekadar destinasi akhir pekan, Kota Baru Parahyangan juga berkembang sebagai kawasan hunian yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Berbagai ruang komunitas, taman tematik, serta fasilitas publik dirancang untuk mendorong interaksi sosial yang lebih hangat sekaligus menghadirkan pengalaman hidup yang lebih seimbang,” jelas Ryan.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan kualitas hidup, kawasan seperti Kota Baru Parahyangan menjadi alternatif menarik bagi masyarakat kota besar yang ingin merasakan kembali ritme hidup yang lebih tenang.
Di sini, kata Ryan, slow living bukan sekadar tren, tetapi menjadi bagian dari pengalaman hidup sehari-hari—di mana waktu terasa berjalan lebih perlahan, udara lebih segar, dan kebersamaan terasa lebih bermakna. (*)






