BANDUNGSATU.COM – Hari ke tiga operasi pencarian korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Basarnas menambahkan 34 body pack untuk dipergunakan evakuasi korban yang sudah ditemukan. Total yang disediakan untuk pencarian pada 26 Januari 2026 adalah 46 body pack.
Sementara sejak dilakukan operasi pencarian sudah ada 80 body pack.
Hal itu disampaiakan Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana SAP, M.SI, pada keterangan pers pada Operasi SAR Senin (26/01).
”Ada 34 body pack, jadi total dalam pencarian lebih kurang 46, dalam pencarian 46. Itu berdasarkan laporan dari Kepala Desa, jadi kami mengupdate dari kemarin lebih kurang 80. Sekarang dengan adanya penambahan body pack yang kami serahkan kepada tim DVI menjadi lebih kurang 46 orang,” kata Ade.
Pada kesempatan tersbut Ade juga mengatakan bahwa sampai Senin sore, sudah 17 korban meninggal dunia yang berhasil teridentifikasi. Tujuh belas korban tersebut kemudian dikembalikan pada keluarga untuk dimakamkan.
”Jadi itu proses evakuasi pencarian korban Tanah Longsor sampai dengan pukul 17.12 wib.
Untuk hasil identifikasi yang dilaksanakan oleh teman-teman tim DVI jadi informasi update yang kami terima baru 17 orang dari total 34 body pack. Jadi untuk nanti nama korban yang sudah teridentifikasi itu teman-teman media bisa dilihat atau dipastikan di pos kami, di pos Basarnas. Jadi informasi dari IC, selaku presiden komender, untuk 17 korban itu sudah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” Jelas Ade.
”Jadi untuk Tim SAR gabungan kami terfokus kepada proses pencarian. Artinya dari total 34 body pack dari hari pertama sampai dengan hari ketiga ini yang kami serahkan kepada tim DVI adalah 34 body pack. Untuk informasi terkait penemuan personil dari TNI kami serahkan kepada tim DVI di dalam proses identifikasi,” imbuhnya.
Ade juga mengatakan bahwa cuaca masih menjadi kendala pada proses pencarian korban. Namun operasi bisa kembali dilanjutkan setelah hujan pada Senin pagi reda.
”Jadi nanti update-nya bisa disampaikan oleh teman-teman tim DVI. Untuk kendala hari ini alhamdulillah artinya tadi pagi hari kita bisa tahu bersama bahwa hujan ringan hingga lebat sampai dengan pukul 10.00 wib. Jadi untuk proses pencarian dihentikan karena keselamatan Tim SAR gabungan menjadi hal yang utama. Tapi alhamdulillah pada siang tadi cuaca cerah hingga sore hari ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Ade mengatakan, pada Operasi SAR hari ke tiga ini ada 9 korban yang ditemukan untuk selanjutnya diserahkan pada tim DVI.
”Untuk itu dalam proses pencarian hari ketiga kita telah dengar sama-sama tadi bahwa ada penemuan 9 body pack yang sudah diserahkan kepada tim DVI. Artinya dari hasil penemuan body pack memang dari laporan di lapangan artinya dinamika yang ada terkait pencarian longsor ini,” ujar Ade.
”Tim DVI yang memiliki kewenangan di dalam identifikasi korban. Ya alhamdulillah memang dari hasil di lapanganl,” imbuh Ade.
Ade juga menegaskan bahwa laporan yang diperoleh dan didistribusikan pada media sifatnya dinamis. Oleh karenanya informasi disampaikan pula pada Pemerintah Daerah agar sinkron sehingga setiap perkembangan bisa diketahui dengan informasi resmi yang selalu diupdate tersebut.
“Itu memang dinamika, artinya di dalam laporan yang kami dapatkan memang jumlah korban itu dinamis, artinya kami sampaikan lebih kurang. Artinya bisa saja korban yang ada di bencana tanah longsor ini bisa juga bertambah. Maka dari itu kami terus intens kepada pemerintah daerah. Selama ini Kepala Desa atau teman-teman dari Pak Bupati untuk terus memberikan informasi baik terhadap kami di Besar Gabungan. Ini adalah tanggap darurat bencana. Jadi artinya ada 14 hari, 7 kali 2, artinya 14 hari. Itu yang menjadi ketapan di Pemerintah Daerah,” ujar Ade.
Ade Dian juga berharap agar selam tujuh hari korban bisa ditemukan. Ia juga mengaku telah memaksimalkan peralatan yang dibutuhkan untuk operasi pencarian tersebut.
”Untuk personil tim Sari Gabungan di lapangan lebih dari 250 personil, artinya jumlah potensi yang sudah melaporkan ke Posko Basarnas itu sudah lebih dari 2.000 personil. Jadi kami nanti di dalam proses rencana operasi besok, kami akan evaluasi malam ini, untuk bisa menentukan sektor-sektor pencarian di Alfa, Bravo, seperti itu. Untuk alat berat, tadi sampai dengan sore ini, alhamdulillah ada penambahan alat berat dari 3 alat berat,” tegasnya.
Ade sendiri berharap agar masyarakat yang keluarganya masih belum ditentukan bisa bersabar dan tidak terjun langsung ke lokasi, karena jika semua keluarga korban berada di lokasi, justru akan menyulitkan pemetaan pencarian karena banyaknya warga yang tidak berkepentingan dalam Operasi SAR yang justru berkerumun di lokasi-lokasi pencarian.
”Jadi artinya nanti berdasarkan permintaan dari kami, dari tim gabungan untuk di-drop ke lokasi Longsor. Artinya kami sudah berkoordinasi dengan Polri, karena memang kita akui bersama, kita lihat di lapangan bahwa masyarakat yang memang ingin tahu atau keluarga juga yang ingin ke lokasi, itu menjadi hambatan kami juga terkait proses evakuasi korban,” ungkapnya.
”Dan dalam hal ini kami sudah sampaikan kepada Polri untuk bantu di dalam proses pelancaran evakuasi. Jadi alhamdulillah hari ini dari titik longsor sampai dengan ke DVI itu sudah lancar,” pungkas Ade. (*)






