BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Menghadapi musim penghujan, PT KAI Daop 2 Bandung mengantisipasi gangguan pada perjalanan kereta api dari gangguan bencana hidrometeorologi.
Manager Humas Daop 2 Bandung Mahendro Trang Bawono mengatakan, upaya antisipasi yang dilakukan PT KAI Daop 2 Bandung di antaranya dengan menyiagakan petugas khusus di titik-titik daerah yang memiliki potensi kerawanan jalur kereta api imbas bencana hidrometeorologi, yang tersebar di wilayah Daop 2 Bandung.
“Petugas tersebut secara bergantian bersiaga selama 24 jam untuk terus memantau daerah rawan bencana. Para petugas juga dapat langsung melakukan tindakan jika terjadi masalah pada jalur rawan tersebut,” ucap Mahendro, Kamis (26/10).
Mahendro mengatakan, Daop 2 Bandung menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa titik yang dapat menjangkau lokasi apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrim seperti banjir, amblesan dan tanah longsor.
“AMUS ini terdiri dari batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel dan alat siaga lainnya yang telah ditempatkan di 16 titik wilayah Daop 2 Bandung,” katanya.
Mahendro menambahkan, di wilayah Daop 2 Bandung terdapat 30 titik lokasi rawan dengan kategori siaga dan 56 titik lokasi rawan dengan kategori waspada.
“Kategori siaga, artinya Daop 2 Bandung menyiapkan petugas selama 24 jam secara shifting di daerah rawan tersebut. Sementara pada kategori waspada, dilakukan pemeriksaan sewaktu waktu sesuai dengan kondisi pada daerah rawan tersebut,” jelasnya.
Mahendro juga menjelaskan, hal lain yang juga dilakukan oleh Daop 2 Bandung, adalah dengan melakukan penebang pohon yang beresiko tumbang di beberapa wilayah, serta pengecekan dan pembersihan maupun normalisasi saluran air di area jalur KA wilayah Daop 2 Bandung.
“Kami berkomitmen dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi pelanggan kami,” pungkas Mahendro.






