BANDUNGSATU.COM – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat yang sempat dirundung dualisme akhirnya menemukan pencerahan, setelah kantornya diambil alih secara resmi oleh Kadin Indonesia.
Graha Kadin akhirnya kosong setelah carut-marut dualisme Kadin Jabar bisa diselesaikan. Dengan kembalinya Graha Kadin ke Kadin Indonesia maka berakhir pula dua kepengurusan yang tarik menarik mengklaim Kadin yang saya.
Gedung Kadin tersebut secara resmi diserahkan kepada Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko.
Seiring dengan penyerahan aset tersebut, Kadin Indonesia mengeluarkan sebuah surat keputusan yang isinya merupakan penunjukan Agung Suryamal sebagai ketua caretaker.
Surat dengan nomor Skep/030/DP/IV/2025 tersebut, isinya menegaskan bahwa hanya ada satu komando Kadin Jawa Barat di bawah pimpinan Agung Suryamal Sutisna sebagai ketua caretaker.
Agung diberi tugas untuk mengakhiri konflik berkepanjangan, membangun ulang kepercayaan dan menyiapkan Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Jawa Barat.
Dualisme kepemimpinan Kadin di Jabar sebagai Provinsi dengan ekonomi terbesar kedua setelah DKI itu, tak boleh stagnan hanya karena ego organisasi.
Pengosongan kantor itu bukan sekadar pengosongan fisik. Tapi simbol penyatuan. Simbol bahwa Kadin Jawa Barat ingin kembali ke rel sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan motor penggerak usaha.
“Ini akan kita jadikan ruang rapat. Untuk persiapan Musprov,” ujar Agung.
Menyusul ditunjuknya caretaker, Agung Suryamal beranjak ke Jakarta Jumat (04/07) untuk menemui para petinggi Kadin Indonesia, seperti Erwin Aksa, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko dan Ali Sahid.
Mereka bertemu untuk membicarakan satu agenda, yaitu Musprov, yang rencananya bulan Agustus tahun ini, awal atau akhir, Musprov tersebut akan digelar. Dengan dukungan dari 21 Kadin kabupaten/kota, Agung percaya masa transisi ini akan mulus. Tidak akan ada keributan lagi serta tidak ada penghadangan di Musprov Jawa Barat.
Dengan itu, lengkaplah sudah proses penataan ulang organisasi. Jawa Barat kembali satu komando. Kadin Jabar pun siap kembali ke habitatnya sebagai organisasi yang profesional, kredibel, dan berpihak pada pertumbuhan ekonomi. (*)






