BANDUNGSATU.COM – Elemen masyarakat yang mengaku Forum Masyarakat Bandung Barat mendatangi Kantor Bawaslu KBB, di Jalan Rubi, Perumahan Permata Cimahi, Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah untuk mengadakan doa bersama di halaman Kantor Bawaslu, Selasa (03/12).
Forum Masyarakat Bandung Barat dalam doa bersama tersebut menggelar doa bersama agar pasca Pilkada tidak ada perpecahan dan para Paslon yang kalah dalam Pilkada bisa bersinergi membantu pemenang pada Pilkada 2024 tersebut.
Kordinator Forum Masyarakat Bandung Barat, yang juga Relawan Paslon Jeje – Asep Ismail, Agus Listiawan mengatakan bahwa demonstrasi adalah hak elemen masyarakat mana pun asalkan masih berada di dalam aturan hukum yang berlaku.
”Kalau demo itu boleh-boleh saja. Itu hak mereka. Ya selama itu masih berada dalam koridor hukum, dan tidak anarkis. Boleh-boleh saja menyampaikan aspirasi,” kata Agus.
Agus sendiri mengajak agar masyarakat menaruh kepercayaan pada TNI, Polri dan Bawaslu. Ia mengatakan bahwa pelanggaran yang dilaporkan sudah seharusnya dipercayakan pada Bawaslu untuk terus melakukan prosedur yang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.
”Jika masyarakat sudah tidak percaya pada Bawaslu, apalagi pada TNI/Polri, kedepan partisipasi masyarakat dalam Pilkada bisa menurun drastis karena ketidak percayaan itu. Oleh karenanya kita tetap terus menggemakan kepercayaan itu,” jelas Agus.
Agus sendiri merasa prihatin karena ada 30 persen warga yang terdata di DPT, tidak hadir dalam Pilkada yang baru saja berlalu.
”Itu membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat pada Pilkada ini sudah menurun,” imbuh Agus.
Ia juga meminta agar masyarakat bisa mendoakan pada Paslon 2 untuk bisa memimpin Kabupaten Bandung Barat dengan baik.
”Kita harus mendoakan agar Paslon 2 bisa memimpin dengan baik dan mereka yang berkonsentrasi bisa berlapang dada dan bersatu kembali untuk membangun Bandung Barat. Apapun soal isu kecurangan, saya yakin ada prosedur yang sedang dijalankan oleh Bawaslu sesuai dengan koridornya,” kata Pria yang akrab disapa Agil tersebut. (*)






