Fenomena El Nino Disebut Presiden Jokowi Menjadi Faktor utama Kenaikan Harga Beras

Kenaikan harga beras yang terjadi beberapa bulan terakhir disebut Presiden Joko Widodo akibat adanya perubahan iklm dan fenomena El Nino. Foto/Istimewa

PURWOREJO, BANDUNGSATU.COM – Kenaikan harga beras yang terjadi beberapa bulan terakhir disebut Presiden Joko Widodo akibat adanya perubahan iklim dan fenomena El Nino. Bahkan ia mengatakan bahwa kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Indonesia, namun di seluruh negara.

Meski harga beras masih agak tinggi saat ini, Presiden Joko Widodo memastikan stok cadangan beras tetap aman, agar stabilitas harga beras tetap terkendali, meskipun musim panen mengalami kemunduran akibat fenomena El Nino.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai meninjau Pasar Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, (02/01).

“Kita bisa mengendalikan karena stok Bulog saat ini juga sangat baik akhir tahun kemarin masih di angka 1,4 juta ton dan ini akan masuk lagi untuk cadangan strategis agar betul-betul kita aman, karena memang panennya nanti akan mundur sedikit,” ucap Presiden.

Presiden menuturkan bahwa harga beras di seluruh negara mengalami kenaikan akibat adanya perubahan iklim dan fenomena El Nino. Namun, Presiden menyebut bahwa kenaikan harga beras di Indonesia tidak sedrastis negara lainnya.

“Ada perubahan iklim, ada super El Nino, kemudian 22 negara stop tidak mengekspor berasnya, sehingga terjadi keguncangan harga beras, harga pangan di dunia. Semua, semua negara mengalami tetapi negara kita kenaikannya tidak sedrastis negara-negara lain,” tuturnya.

Selain meninjau stok dan harga beras di Pasar Purworejo, Presiden juga meninjau harga bahan pokok lainnya seperti cabai. Namun, Kepala Negara menyebut bahwa harga cabai di pasar tersebut sudah mengalami penurunan dari harga cabai yang sempat tinggi sebelumnya.
“Kemarin naik sangat tinggi, cabai rawit sampai Rp120 (ribu) saya lihat terakhir di Jakarta, sekarang sudah turun di sini jadi Rp70 ribu, sangat bagus saya kira, yang lain-lainnya sama. Cabai rawitnya sudah turun ke Rp70 ribu,” ujar Presiden. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *