Enung Warga Rancapanggung Penderita ODGJ Dipasung dan Sering Mengamuk, Akhir Dimasukan ke RSJ Cisarua

Relawan HADE, yang mengantar Enung penderita ODGJ yang sempat dikerangkeng dan dipasung oleh keluarganya dibawa ke RSJ Cisarua milik Provinsi Jawa Barat untuk diobati, Rabu (20/11). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Enung (36) warga Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat yang sebelumnya diberitakan dipasung, Rabu (20/11) telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, oleh Relawan HADE.

”Tadi saya bicara sama pihak RSJ setelah masuk ruang IGD, kondisi pasien tidak berontak karena Sudah disuntik dan dikasih obat,” kata Ade BX dan Ira Octavia anggota tim Relawan HADE.

Ia menambahkan bahwa sesaat setelah sampai di RSJ, Enung dimasukan ke ruangan Camar (ruangan isolasi). Di ruang tersebut Enung tinggal sendiri selama pengontrolan emosinya.

Ia juga mengatakan, Enung djemput timnya pada sore hari. Saat dibawa menuju kendaraan dari rumah Enung yang berjarak 400 meter dari jalan raya enung bereaksi dengan baik.

Tim tiba di RSJ Cisarua pada pukul 17.00 WIB. Setelah observasi tim dokter, Enung masuk kamar isolasi pada pukul 21.30.

”Dalam proses evakuasi tersebut enung ditemani dua orang kakaknya,” kata anggota tim Relawan HADE.

”Dari mulai pembukaan pasung (rantai) saudari Enung, sampai pencarian ambulance ditangani oleh tim Relawan Hengki-Ade dan semua Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Dari video yang dikirimkan tim pada Bandungsatu.com, Enung tampak tenang. Ia pun di dalam kamar isolasi terlihat merasa nyaman. Enung pun tampak meringkuk untuk bersiap istirahat di ruang tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan, Enung Supriatin (36), warga Kp. Pasir Panjang RT 007, RW 02 Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, telah lama harus hidup dalam pasungan dan dikerangkeng bambu, karena keluarga tidak sanggup merawat.

Enung sehari hari tinggal dalam sebuah ruangan berdinding bambu. Ia terduduk dalam pasungan dalam bale-bale yang terbuat dari bambu. Keluarga mengaku bukan tak mau memberi alas yang layak, semisal matras atau kasur. Karena sering dirusak, oleh karenanya Enung dibiarkan berada di bale-bale tanpa alas apapun.

Dari penuturan warga sekitar, Enung menderita gangguan jiwa sejak tujuh tahun lalu. Kondisi pemasungan baru berjalan tiga tahun, semenjak perempuan kelahiran tahun 1988 itu sering tidak terkontrol emosinya.

Warga juga mengatakan bahwa pihak keluarga pernah menitipkan pada Rumah Sakit Jiwa, namun entah kenapa Enung kembali ke rumah, bersama ibunya, Erah, yang sudah berusia lanjut.

Erah diakui warga merawat putrinya sendirian. Suaminya, Emuk Aim, telah lama meninggal dunia.
Mendapat laporan warga, Relawan Sahabat Misbah untuk ODGJ, Haji Misbah, akan memberikan bantuan untuk perawatan yang layak pada Enung. Hal itu disampaikan Misbah, Selasa (19/11).

Misbah sebenarnya akan mengevakuasi korban Selasa sore, namun karena cuaca tidak mendukung, maka upaya evakuasi akan dilakukan hari ini, Rabu (20/11).

”Kami harus koordinasi dulu dengan RT dan RW setempat. Memang biasa kalau di Bandung Barat kami sering menangani ODGJ, ini kami kecolongan karena baru tahu kondisi pasien. Kasian, dia dipasung,” kata Misbah.

Misbah sendiri Selasa siang sudah mengunjungi korban dan keluarganya. Ia mengaku, ibu pasien sudah menyetujui agar putrinya bisa dirawat.

”Insya Allah kami siap memberikan bantuan perawatan. Mudah-mudahan saja ikhtiar ini bisa diberi kemudahan,” kata Misbah di lokasi.

Misbah mengatakan setelah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, akan membawa Enung untuk dirawat di RSJ Cisarua. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *