BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Menanggapi penolakan kedatangan safari politik Anis Rasyid Baswedan, oleh dua elemen masyarakat, Komunitas Swadaya Cililin Bersatu (KSCB) dan Himpunan Masyarakat Nasionalis Cililin (Himanci), Kesatuan Wanita Indonesia Untuk Anies-Imin (KAWANI) Jawa Barat (Jabar) mengatakan bahwa safari politik itu adalah hak konstitusi. Mereka secara tegas mengatakan penolakan dua elemen masyarakat Cililin itu adalah bentuk kejahatan demokrasi.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Kawani, Lia Yuliani Rosali Jumat (06/10). Pada para pewarta Lia menegaskan pihaknya siap pasang badan atas penolakan tersebut.
Ia malah mempertanyakan aksi penolakan yang tidak ada dasarnya. “Kami siap mendukung kedatangan calon pemimpin kami. Kok aneh ada yang menolak kunjungan. Bisa jadi ada permainan elite yang ketakutan Anies-Imin jadi pemimpin Indonesia,” katanya.
Lia mengatakan KAWANI tidak merasa khawatir atas aksi dua elemen masyarakat itu. Terlebih, menurut Lia, diyakini bahwa massa pendukung Bacapres dan Bacawapres yang diusung Nasdem, PKS dan PKB itu sangat banyak di Bandung Barat.
“Kami ingin melihat Pak Anies dan Pak Muhaimin langsung. Banyak yang mengharapkan beliau datang,” ujarnya.
Lia jjga mengatakan bahwa KAWANI tidak terafiliasi dengan partai pendukung manapun. Ia juga menegaskan bahwa KAWANI, sebagai relawan, pembentukannya sudah ada semenjak pasangan AMIN dideklarasikan.
“Alhamdulillah kepengurusan KAWANI AMIN sudah terbentuk di seluruh Kota Kabupaten di Jabar. Sebagian ada juga di DKI dan Banten, bulan ini target dibentuk kepengurusan di luar Jawa,” tegas Lia.
Seperti diberitakan sebelumnya Dua elemen masyarakat di Bandung Barat menolak kehadiran Bacapres dari Koalisi Perubahan, Anies Rasyid Baswedan pada acara yang rencananya Digelar di Lapangan Warung Awi, Desa Bongas, Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat pada 8 OktOber mendatang.
Acara sendiri bertajuk “Anies-Muhaimin, BabarengaN keur Perubahan,” direncanakan dihadiri langsung Bacapres yang diusung Partai Nasdem, PKS dan PKB tersebut.
Dua elemen masyarakat yang menolak adalah Komunitas Swadaya Cililin Bersatu (KSCB) dan Himpunan Masyarakat Nasionalis Cililin (Himanci).
Mereka menolak pasangan AMIN hadir dengan alasan giat tersebut mereka duga mengeksploitasi agama untuk kepentingan politik.(*)






