BANDUNGSATU.COM – Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Bagong Mogok (BM) digelar di Hotel Grand Panorama Jalan Gunung Tangkuban Perahu Desa Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jumat (19/12). Ratusan anggota dan pengurus serta tamu undangan serta para donatur hadir pada kesempatan tersebut.
Dalam pengukuhan tersebut, kehadiran anak yatim piatu dan Pengurus Kordinator Daerah (Korda) Komunitas Sosial Bagong Mogok dari tiga wilayah seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi, berbaur penuh kehangatan dengan dinginnya udara Lembang yang berada di dataran tinggi Kawasan Bandung Utara itu.
Pada kesempatan itu, AKBP (Purn). H. Hilman Muslim, S.H, Ketua Umum Komunitas Sosial Bagong Mogok (BM) langsung melantik, Asep Dendih, S.Pd, MM menjadi Ketua Kordinator Daerah (Korda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ketua Korda BM Kota Bandung, Drs. H. Gun-Gun Sumaryana dan Ketua Korda BM Kota Cimahi, Ganteng Soni serta Ketua Dewan Pengawas BM, Kandar Karnawan, SH, Syarif Mulya, SH dan Sri Raharjo
Pelantikan ini tak hanya menjadi acara seremonial, namun juga diwarnai aksi bakti sosial seperti santunan kepada sekitar 150 anak yatim piatu.
Dalam pelantikan tersebut turut hadir Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail dan Sekretaris Daerah, Ade Zakir, dan Kota Bandung hadir Walikota Muhammad Farhan serta Sekda Zulkarnaen. Sementara itu dari Kota Cimahi, ikut hadir Walikota Ngatiyana yang juga menjabat sebagai Pembina Komunitas BM serta sempat hadir juga Founder Bagong Mogok (BM), Brigjen Pol. H. Asep Guntur Rahayu, S.I.K., S.Psi., M.H, (Direktur Penyidikan KPK RI dan PLT Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK).
Filosofi Bagong Mogok
Dalam sambutannya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komunitas Bagong Mogok, AKBP. (Purn). H. Hilman Muslim. SH, menjelaskan filosofi di balik nama “Bagong Mogok.” Ia menyebut bahwa “Bagong” itu dalam bahasa sunda dan Bahasa Indonesia namanya babi. Dalam agama Islam babi itu dianggap najis berat.
Akan tetapi nama atau filosofi “Bagong Mogok” diambil dari gambaran perilaku bagong yang terdesak dan ia akan melawan dengan gigih sampai titik darah penghabisan, termasuk melawan terhadap yang akan menyerangnya.
Semangat itulah yang menunjukkan pantang menyerah yang menginspirasi komunitas ini dinamakan Bagong Mogok.
“Kita mengadopsi semangat itu, yang diarahkan untuk saling tolong menolong masyarakat yang kesulitan. Slogan kita juga dalam bahasa sunda satekah polah ngabela anu susah (berjuang maksimal bagi orang yang kesusahan),” tegasnya.
Komunitas Bagong Mogok juga hadir sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang masih banyak mengalami kesulitan terutama ekonomi.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Sebagai makhluk sosial, kita wajib saling menolong, sekecil apa pun bantuan itu, sangat berarti bagi yang membutuhkan,” lanjutnya.
Hilman muslim, juga menekankan pentingnya keberanian untuk berbuat baik.
“Kalau berbuat jahat saja bisa nekat, kenapa kita tidak nekat berbuat baik? Dengan keberanian kita bisa membawa kebaikan bagi mereka yang membutuhkan,” katanya penuh semangat.
Bangkitkan Budaya Gotong Royong
Hilman juga mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sabilulungan (gotong royong), yang kini mulai memudar di tengah arus individualisme.
Bagong Mogok ingin mengembalikan semangat kebersamaan dan gotong royong ini, dengan melibatkan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam membantu sesama yang membutuhkan.
“Bantuan pemerintah sering kali kurang terasa dimiliki oleh masyarakat. Namun jika masyarakat yang ikut berkontribusi, rasa kepemilikan itu akan muncul. Inilah yang ingin kita dorong,” jelasnya.
Ketua DPP Bagong Mogok, AKBP. (Purn). Hilman Muslim, SH menambahkan Komunitas Sosial Bagong Mogok lahir di Kabupaten Cianjur 10 tahun yang lalu, dengan cita-cita mulia, yaitu membangkitkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang telah lama pudar serta pentingnya gotong royong.
“Visi kami komunitas sosial Bagong Mogok Satekah Polah Ngabela Nu Susah, yang berarti segala daya dan upaya untuk membantu mereka yang kesusahan. Filosofi ini mengingatkan kita bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah inti dari kehidupan bermasyarakat,” ujar Hilman
Hilman mengatakan bahwa komunitas Bagong Mogok lahir dari rahim kepolisian dengan semangat melayani dan membantu masyarakat.
“Kami selalu berpegang pada aturan komunitas, AD/ART.
Meski terkadang nama besar komunitas ini dibawa-bawa oleh pihak tak bertanggung jawab, kami tetap konsisten pada misi sosial kami,” ujarnya.
Hilman juga berpesan kepada para pengurus Bagong Mogok Korda Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi yang baru dilantik.
“Rekan-rekan tidak perlu menjadi Superman justru kita harus menjadi seperti Avenger, tim yang solid dengan misi mulia untuk membantu sesama. Semoga kita semua selalu menjalankan komunitas Bagong Mogok dengan amanah,” tandasnya. (*)






