BEKASI, BANDUNGSATU.COM – Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pebayuran, Kab. Bekasi menggandeng BPBD setempat mendistribusikan air bersih pada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Pebayuran.
Penyaluran dilakukan di desaya yang sangat membutuhkan air bersih seperti desa yangDesa Karangsegar, Desa Bantarjaya, Desa Sumberurip serta Kelurahan Kertasari.
“Pendistribusian sudah dilakukan sebanyak 21.000 liter untuk 517 KK yang ada di RT 02/RW 12 dan RT 03/RW 12 Desa Bantarjaya, RT 06/RW 03 Desa Sumberurip, dan RT 01/RW 01 dan RT 02/RW 01 Desa Karangsegar,” jelas Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pebayuran, Ahmad Syarifudin, Selasa (26/09).
“Alhamdulillah BPBD Kabupaten Bekasi kembali mendistribusikan air bersih di wilayah kami dan air bersih ini disalurkan ke beberapa titik. Di antaranya 147 KK untuk warga Desa Bantarjaya, 50 KK untuk warga Kelurahan Kertasari, 100 KK untuk warga Desa Sumberurip, dan 220 KK bagi masyarakat Desa Karangsegar yang paling banyak terdampak,” tambah Ahmad.
Ahmad lebih jauh menjelaskan BPBD Kab.Bekasi pun membuat penampungan air dengan cara membuat kolam terpal. Menurutnya, dengan fasilitas kolam terpal ini masyarakat di wilayah yang kesulitan air bersih dapat dengan mudah mengakses bantual tersebut secara praktis dan efektif.
Oleh karenanya, sebelum didistribusikan air bersihnya, BPBD Kab.Bekasi membuat telebih dahulu kolam terpal tersebut.
“Air bersih yang datang akan ditampung ke kolam terpal penampungan air sehingga siang malam warga bisa mengambil air dengan mudah. Mereka juga (masyarakat) sangat bersyukur karena air yang dikirim ini sangat bersih dan layak dikonsumsi,” tuturnya.
Sejak ditetapkannya status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan 31 Agustus 2023 lalu, sampai saat ini terhitung BPBD Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan air bersih sebanyak 58.000 liter, bagi warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Pebayuran.
Selain bantuan air bersih, BPBD Kabupaten Bekasi juga telah memberikan bantuan logistik berupa 100 jerigen air untuk warga setempat.
“Sejauh ini BPBD Kabupaten Bekasi bersama Muspika Kecamatan Pebayuran, FPRB, relawan bencana, maupun stakeholder lainnya telah bersama-sama berkontribusi membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah kami,” pungkas Ahmad. (*)






