BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Sebanyak 53 persen pemilih pemula sudah terekam. Mengejar agar pada Februari mendatang bisa tercapai target perekaman 100 persen, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat terus melakukan jemput bola untuk melakukan memenuhi target tersebut
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil KBB, Hendra Trismayadi, Selasa (02/01).
”Makanya kita terus layanan mobil keliling, layanan di Kecamatan terus layanan di Dinas. Terus kita jemput bola ke sekolah, SMA, SMK dan desa karena pemula banyak yang belum terekam,” kata Hendra.
Ia mengatakan perekamana ini adalah kewajiban pemerintah, khususnya Disdukcapil untuk menyelesaikan layanan Adminduk, sehingga pihaknya terus bergerak mengejar target penyelesaian segera.
”Hari Sabtu pun kami tidak libur, terus jemput bola. Yah yang penting terekam dulu, sehingga yang berusia 17 tahun per 14 Februari nanti bisa mencoblos. Disdik Provinsi pun harus membantu, karena SMA dan SMK wilayahnya ada di Disdik Provinsi dibantu KCD,” jelas Hendra.
Hendra juga mengatakan mengejar target itu bukan tanpa halangan. Ia menyebut sejumlah kendala dialami pula saat berkoordinasi dengan Disdik Provinsi.
”Dengan Disdik provinsi kendalanya umumnya di koordinasi yang belum optimal, semisal di sekolah anaknya libur, atau sedang ujian, kadang juga siswa justru sudah pulang,” ungkap Hendra.
Sementara di Disdukcapil sendiri, menurut Hendra, yang menjadi kendala adalah alat-alat atau fasilitas perekaman yang perlu ditambah agar lebih mempermudah pencapaian target sampai bulan Februari mendatang.
Disinggung soal Identitas Kendudukan Digital ia mengatakan, meski sudah secara resmi digunakan, namun sebagai syarat nyoblos, menurut Hendra KPU harus melakukan sidang kembali karena terkait dengan PKPU No. 7 tahun 2023 apa memungkinkan IKD sebagai syarat mencoblos.
”Syarat mencoblos berdasar PKPU tersbut kan ada KTP dan KK nah dengan IKD ini harus dibahas lagi di KPU. Mungkin bisa ya, karena sebentar lagi kan IKD ini akan dibuat Perpresnya,” pungkas Hendra. (*)






