BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Kasus dugaan Keracunan pangan kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Perum Tipar Diliasih 2 Rw 17, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.
Menurut Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eriska dugaan keracunan pangan tersebut imbas mengkonsumsi Makanan pada hajatan yang digelar salah seorang warga, Tomi, Minggu sore, 23 Juni 2024 sekitar pukul 16. 00 WIB.
Makanan yang disajikan pada hajatan tersebut berupa nasi bok yang berisi nasi, ayam goreng, telor balado, capcay, perkedel jagung, kerupuk udang dan sambal.
Menurut laporan yang diterima Puskesmas Padalarang, warga tidak makan nasi box yang disajikan pada acara hajatan tersebut. Para undangan menyantap nasi box tersebut di rumah.
Tidak ada kejadian khusus selepas hajatan selesai digelar. Puskesmas Padalarang baru menerima laporan dari Kepala Desa Laksanamekar soal sejumlah warga yang keracunan pada Rabu, 26 Juni 2024.
Gejala yang dirasakan oleh warga yang dilaporkan Kepala Desa Laksanamekar adalah mual, muntah, pusing, lemas, diare dan menggigil.
Menindak lanjuti laporan tersebut, tim Puskesmas Padalarang mendatangi rumah warga yang bergejala, untuk memastikan Informasi tersebut. Di lokasi, pihak Puskesmas langsung melakukan wawancara dan observasi.
Dari hasil observasi, Puskesmas Padalarang mengambil Tindakan berupa penyelidikan epidemiologi, penanganan Pasien yang terdampak, koordinasi dengan lintas program dan sektor.
Kemudian, Puskesmas Padalarang melakukan wawancara kepada warga yang menggelar hajatan, Tomi, dilanjutkan dengan pengambilan dan pengamanan spesimen Makanan.
Dari lokasi hajatan jenis sampel makanan yang diperiksa di Balai Laboraturium Kesehatan Provinsi Jabar, antara lain, nasi, telor balado, perkedel jagung, krupuk udang, capcay, sambal dan lalaban mentah.
Untuk mengetahui hasil pemeriksaan tersebut, Puskesmas Padalarang memastikan bahwa hasil dapat diketahui dalam 14 hari kerja.
Sementara itu sampai berita dini diturunkan, jumlah total korban keracunan ada 83 orang . Dari jumlah tersebut, yang masih dalam perawatan di rumah sakit ada 11 orang di RS Dustira, RS Baros, dan RS Kasih Bunda.
Sementara itu, berdasarkan informasi, jumlah nasi box yang di pesan sebanyak 225 paket. (*)






