Dharma Wanita Kemenko Wanita Imbau Kaum Perempuan Deteksi Dini Kanker

Dharma Wanita Kemenko wanita dihimbau kaum perempuan deteksi dini kanker berdasarkan data dari Globocan. Foto/Istimewa

JAKARTA, BANDUNGSATU.COM – Berdasarkan data dari Globocan yang dirilis badan kesehatan dunia (WHO), di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat 396.914 kasus baru, dan 234.511 kematian akibat kanker. Tak heran, kanker menjadi penyakit paling mematikan di dunia. Kanker membunuh hampir 9 juta orang dengan sekitar 14 juta diagnosa baru setiap tahunnya.

Kanker bisa menyerang siapapun dan jenisnya juga beragam. Namun, ada beberapa jenis kanker yang menyerang ke jenis kelamin atau umur tertentu, seperti kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), kanker indung telur (ovarium), yang dominan diderita oleh kaum hawa. Ketiga jenis kanker itu menyumbang angka kematian yang tinggi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Penasihat DWP Kemenko PMK Suryan Widati Muhadjir Effendy pada Seminar Kesehatan “Deteksi Dini Kanker: Wanita Peduli, Cegah dan Tangani Kanker,” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-24, di Ruang Heritage Kemenko PMK, Selasa (12/12).

Suryan Widati Muhadjir Effendy menyampaikan, faktor kesehatan merupakan penentu dalam keberhasilan Indonesia dalam melakukan pembangunan berkelanjutan dan menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Karenanya, di samping penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, maka kesehatan masyarakat Indonesia harus terjaga supaya generasi emas SDM Indonesia bisa menggapai cita-cita tersebut.

“Saya yakin kesemua tujuan mulia itu tidak akan tercapai apabila kita belum bisa mengatasi masalah kesehatan salah satunya adalah kanker. Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi tema yang kita pilih dalam rangka Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan,” ujar Wida

Wida menyatakan, kaum perempuan harus lebih sadar tentang apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengenali lebih jauh, lebih mengerti kanker. Bagaimana cara mendeteksi dini, cara mencegah agar penyakit kanker ini tidak sampai diderita. Ataupun kalau diderita dapat kita tangani agar pengobatannya dapat lebih maksimal.

“Deteksi kanker sangat penting, oleh karena itu mari kita bersama-sama membangkitkan lagi semangat kita mendeteksi kanker. Termasuk mempromosikan gaya hidup sehat. Mengelola stress. Mengelola emosi di tengah berbagai macam dinamika zaman yang saat ini sedang terjadi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia cabang Banten dr. Abdul Rachman SpB.Subsp.Onk.(K) menjelaskan, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus baru kanker tertinggi di Indonesia tahun 2020, sebanyak 65.858 kasus. Kasus ini termasuk melanda laki-laki.

Abdul menyayangkan karena banyak masyarakat yang tidak mendeteksi sejak dini sehingga ketika diperiksakan sudah mengalami stadium lanjut. Oleh karenanya penting dilakukan pencegahan secara primer dan sekunder.

Pencegahan primer yang terpenting yaitu melalui kegiatan sosialisasi edukasi. Kemudian pencegahan sekunder melalui pemeriksaan deteksi secara dini melalui individual ataupun klinis seperti USG dan Mammografi.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah deteksi dini kanker payudara adalah dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari). Ini dianjurkan dilakukan satu bulan sekali, setiap bulan pada hari ke 10 setelah menstruasi. Dilakukan dengan 3D, dilihat diraba dipencet. Keuntungan deteksi dini yaitu lebih cepat tertangani, tidak meningkatkan stadium, tidak sampai kemoterapi, dan tidak menyebabkan fatalitas. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *