Cemburu Tak Jelas, Pemilik Restoran Ternama di Lembang Aniaya Mantan Karyawannya

Foto/Ilustrasi
Foto/Ilustrasi

BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Mantan karyawan restoran ternama di Lembang Kabupaten Bandung Barat, dianiaya oleh bekas bosnya, lantaran cemburu buta. Pengusaha terkenal itu, DA, menganiaya RTH (24) karena mencurigai adanya hubungan khusus antara istrinya dan korban.

Padahal menurut pengakuan keluarga korban, tidak ada hubungan apa-apa antara RTH dan Istri DA. Perwakilan keluarga korban, Nia, menyatakan, pihak keluarga tidak menerima atas perlakuan DA terhadap anggota keluarganya. Ia menegaskan bahwa penganiayaan yang dilakukan DA didasari tuduhan yang tidak berdasar.

“Kami juga sudah melaporkan kasus ini dan saat ini tengah ditangani pihak kepilisian,” tuturnya.

Penganiayaan tersebut terjadi di salah satu café di kawasan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (30/05). RTH mengatakan, sebelum mengalami penganiayaan, dirinya bertemu dengan WN, istri DA, untuk membicarakan masalah konten produk butik miliknya. Selang beberapa saat, DA datang dengan empat orang asistennya dan menghampirinya.

“Saat pelaku datang, saya hendak salaman tapi langsung ditampar di bagian pipi sebelah kanan,” kata RTH, Rabu (05/06).

Setelah penamaparan tersebut, kata RTH, karena terjadi keributan dan mengganggu pengunjung lainnya, dirinya dibawa ke pos keamanan café. Di pos keamanan, ia mengira penganiayaan akan usai, tapi DA ternyata membuntutinya. Ia meminta alasan dirinya menemui istrinya di café tersebut.

“Saat di pos, saya dipukul di bagian pipi sebelah kanan lalu ditendang dengan kaki kanan di bagian mulut dan hidung hingga mengeluarkan darah,” jelasnya.

Tidak puas dengan penganiayaan yang dilakukan, DA dengan menggunakan mobil pribadinya membawa RTH ke Polrestabes Bandung untuk dilaporkan atas dugaan perselingkuhan.

“Saat di Polrestabes Bandung, saya merasa pusing dan muntah akibat penganiayaan dan langsung dibawa ibu saya ke Rumah Sakit Advent untuk pengobatan,” jelas RTH.

Akibat penganiayaan tersebut, RTH mengalami luka di bagian hidung dan sempat mengeluarkan darah. Selain itu terdapat luka memar di bagian pipi serta luka goresan di bagian lengan atas sebelah kanan.

“Tidak hanya sebatas itu saja, pasca penganiayaan pun juga ada teror melalui pesan WhatsApps dari nomor yan tidak dikenal yang mengaku kerabatnya pelaku,” ungkap RTH.

Nia mengungkapkan, pasca terjadinya penganiayaan, RTH mengalami trauma psikis, meskipun luka fisiknya berangsur kembali baik. Akibat trauma tersebut, RTH belum berani menjalankan aktivitas sehari-harinya, karena merasa cemas.

“Sampai saat ini terus saja di rumah, disuruh bersepeda saja gak mau. Dia mau bersepeda tapi dengan catatan tetap ditemani,” ujar Nia.
Nia juga mengakui, ada upaya penyelesaian dalam kasus penganiayaan ini secara kekeluargaan. Namun sudah hampir satu pekan tidak juga ada kejelasan.

“Ada upaya dari pihak pelaku yang menghubungi agar diselesaikan secara kekeluargaan, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. Tapi kami pihak keluarga juga siap menempuh jalur hukum karena sudah ada laporannya ke kepolisian,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *