BANDUNGSATU.COM – Paslon HADE bantu warga yang ijazahnya ’tertahan’ sejak tahun 2020 karena memiliki kewajiban yang belum terbayarkan
Sepekan lalu, saat diundang dalam acara Sapa Warga di RW 13, Desa Jayagari, Calon Bupati dari Paslon HADE, Hengki Kurniawan sempat di temuai secara khusus oleh warga.
Warga tersebut menangis meminta tolong agar ijazah anaknya bisa diambil di sekolah, karena memiliki tunggakan sebesar Rp. 2.300.000.
Orangtua siswa yang memiliki tunggakan tersebut ayahnya masih belum bisa melunasi tunggakan tersebut karena tidak bekerja, sehingga sungkan untuk mengambil ijazah anaknya.
Sementara anaknya sendiri sudah bekerja di rumah makan. Hanya saja ketika akan pindah bekerja ke tempat lain, terhambat karena belum mengambil ijazah tersebut.
Atas permintaan warga, Hengki Kurniawan menepati janjinya untuk mengambil ijazah siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang masih tertahan pihak sekolah lantaran belum menyelesaikan administrasi keuangan.
“Pada saat menyerap aspirasi di Lembang ada orang tua yang mengaku sedih lantaran ijazahnya belum bisa diambil lantaran faktor ekonomi,” kata Hengki, Kamis (21/11)
Ia menambahkan, mendengar keluhan orang tua tersebut dirinya berpikir untuk membantu meringankan bebannya dengan memberikan bantuan untuk mengambil ijazahnya.
“Sudah lama ijazahnya ga diambil karena faktor ekonomi. Padahal ijazahnya akan digunakan untuk mencari kerja membantu meringankan ekonomi keluarga,” katanya.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan bisa membantu meringankan ekonomi keluarga ketika yang bersangkutan telah mendapatkan pekerjaan.
“Mudah-mudahan ijazah yang sudah diperoleh dapat digunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi semuanya,” katanya.
Sementara itu anak yang ijazahnya ’tertahan’ Monica, mengaku bahagia lantaran ijazah yang selama ini ditunggunya dapat diambil dan digunakan untuk melamar kerja.
“Terimakasih pa Hengki Kurniawan mudah-mudahan kedepan selalu diberikan kelancaran,” kata Monica.
Monica sendiri sebenarnya sudah lulus dari SMK 45 di Lembang pada tahun 2020. Hanya saja pada tahun yang sama ayahnya harus berhenti bekerja imbas pandemi Covid 19 yang menyebab sejumlah perusahaan terpaksa memutus hubungan kerja dengan karyawannya. (*)






