BANDUNGSATU.COM – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail meninjau lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Sabtu siang (24/01).
Sampai berita ini diturunkan, setidaknya ada 30 rumah warga terdampak, terdiri dari 113 jiwa atau 34 KK. Dari jumlah ini sebanyak 8 orang ditemukan meninggal dunia dan sisanya masih dalam pencarian.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menjelaskan, peristiwa longsor tersebut terjadi pada Sabtu dini hari (24/01) sekitar pukul 03.00 WIB. Dipicu lantaran hujan intensitas tinggi sejak beberapa hari terakhir.
“Kejadiannya diawali dengan gemuruh. Warga mendengar gemuruh lalu tiba-tiba ada banjir yang luar biasa besar,” kata Jeje di lokasi longsor.
Ia menambahkan, saat ini aparat gabungan tengah fokus melakukan pencarian korban yang hilang tersapu longsor di kawasan tersebut.
“Jadi kita fokusnya tetap pencarian korban dan juga penyelamatan korban. Tentunya ini juga dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, perangkat kecamatan, dan seluruh relawan,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, selama proses pencarian pihaknya pun memperhatikan keselamatan petugas, relawan dan juga masyarakat yang ada di sekitar lokasi peristiwa bencana tersebut.
“Tadi ini hujan jadi kita berhenti dulu karena memang menurut BMKG kita potensi hujan ini masih sampai sekitar Februari,” jelas Jeje.
Ia menegaskan, Pemkab Bandung Barat secara resmi menetapkan darurat bencana dengan mempertimbangkan dampak dan juga jumlah korban yang tidak sedikit. Bagi warga selamat dikumpulkan di posko darurat.
“Sementara kita ada posko di sana, kita kumpulkan di sana. Jadi sementara mungkin bisa ada yang menumpang di rumah saudaranya atau kita siapkan tempat,” pungkas Jeje. (*)






