BANDUNGSATU.COM – Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jeje Ritchie Ismail menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam rapat paripurna DPRD KBB yang digelar di Gedung DPRD, Selasa (26/8).
Jeje pun menekankan bahwa penyusunan perubahan APBD berlandaskan pada Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2025, serta selaras dengan visi daerah Kabupaten Bandung Barat “AMANAH” (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis).
“Visi AMANAH bukan hanya sekadar slogan, tetapi menjadi pondasi dalam setiap kebijakan pembangunan, termasuk dalam penyusunan APBD beserta perubahannya. Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam laporan yang disampaikan di Sidang Paripurna APBD Perubahan 2025 di Gedung DPRD Jalan Cijamil Desa Cilame, Ngamprah dihadapan para pimpinan dan anggota DPRD KBB, Jeje mengungkapkan meski total pendapatan daerah setelah perubahan mengalami penurunan tipis sebesar 0,25 persen menjadi Rp3,45 triliun, namun terdapat capaian bersejarah bagi Kabupaten Bandung Barat.
Untuk pertama kalinya KBB, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menembus angka Rp1,033 triliun, meningkat Rp81,08 miliar dari sebelumnya Rp952,02 miliar.
“Kenaikan PAD ini merupakan prestasi membanggakan. Hal ini menunjukkan kemandirian fiskal daerah semakin kuat, terutama dari sektor pajak dan retribusi,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk belanja daerah setelah perubahan dianggarkan sebesar Rp3,53 triliun atau naik 2 persen dibandingkan sebelumnya.
Menurut Jeje, kenaikan ini merupakan sinyal positif setelah dalam beberapa tahun terakhir perubahan anggaran identik dengan pemangkasan.
“Kenaikan ini patut kita syukuri. Artinya, pemerintah memiliki ruang fiskal lebih besar untuk mendorong pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Jeje.
Bupati KBB, Jeje menegaskan bahwa struktur APBD 2025 yang berimbang antara pendapatan, belanja, dan pembiayaan merupakan refleksi dari sinergi pemerintah daerah, DPRD, serta dukungan masyarakat.
“Bagi masyarakat, pelayanan bukan sekadar angka dalam tabel anggaran, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah. Setiap rupiah yang kita anggarkan harus menjelma menjadi jalan lebih baik, sekolah lebih layak, puskesmas lebih ramah, lapangan kerja lebih luas, dan layanan administrasi yang cepat serta transparan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Jeje juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD KBB yang telah memberikan saran, pendapat, serta masukan konstruktif dalam pembahasan perubahan APBD.
“Beberapa penyesuaian dalam rancangan perubahan APBD merupakan cerminan dari semangat kebersamaan. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin hambatan yang muncul dapat diatasi, sehingga tercipta iklim pembangunan yang kondusif,” ucapnya.
Bupati Jeje Ritchie Ismail mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, para anggota DPRD, maupun masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat.
“Keberhasilan yang kita raih hari ini adalah hasil kerja keras bersama. Ke depan, sinergi ini harus terus kita tingkatkan demi Bandung Barat yang lebih sejahtera,” tandasnya. (*)






