Bupati Jeje: Program MBG di Cipongkor yang Mengakibatkan Keracunan Massal di Berhentikan Sementara

Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail tinjau korban keracunan massal makan bergizi gratis di Kecamatan Cipongkor. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Program MBG Kabupaten Bandung dinilai layak jadii pilot project nasional. Hal itu dipastikan menyusul puluhan pasien keracunan di Bandung Barat terbukti berangsur pulih, sehingga status KLB resmi dihentikan.

Hal itu diaampaikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat meninjau penangan keracunan di Cipongkor, Minggu (29/09).

“Fokus utama dari kita adalah korban. Jadi, sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB (Kejadian Luar Biasa) supaya penanganannya lebih cepat,” ujar Jeje saat ditemui di Kantor Kecamatan Cipongkor.

Jeje menjelaskan, berdasarkan data yang ia terima, hingga Minggu, terdapat total 364 korban terdampak.

“Tadi ada sekitar 225 yang sudah dipulangkan. Jadi, semoga semuanya bisa cepat pulih, doanya dari teman-teman semua,” kata Jeje.

Selain fokus pada penanganan korban, Pemkab Bandung Barat juga tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG.

“Mulai dari perizinan, terus kemudian standarisasi pengolahan makanan itu harus kita cek. Kalau memang belum layak, ya kita harus melakukan perbaikan,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, dapur penyedia MBG di Kecamatan Cipongkor telah ditutup sementara untuk keperluan investigasi.

“Khusus untuk dapur di Cipongkor ini, kita tutup dulu untuk keperluan investigasi,” tegas Jeje

Jeje mengungkapkan, dari data yang ia peroleh, sebanyak 85 dapur penyedia MBG di Bandung Barat belum memiliki sertifikasi sehat. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh MBG.

“Kita akan melakukan sertifikasi sehat dan layak, melakukan evaluasi terhadap semua MBG. Supaya memang sudah memiliki sertifikasi sehat, itu kita investigasi dulu. Mungkin baru ada hasil dua sampai tiga hari,” jelasnya.

Pemkab Bandung Barat, kata Bupati Jeje, akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban keracunan.

“Ya, tetap kita akan melakukan totalitas para korban. Dari Pemda, kita tidak akan tinggal diam, tidak akan terus mendampingi para korban dan juga seluruh masyarakat jika masih ada,” pungkasnya. (DISKOMINFOTIK KBB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *