BANDUNGSATU.COM – Berpartisipasi dalam West Java Investment Challenge (WJIC) Bupati Bandung Barat Jeje Ismail Harap Peningkatan Kualitas Proyek Investasi Daerah
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyambut baik kegiatan kegiatan On-Site Visit West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 di TPST Pasir Buluh, Kecamatan Lembang, Rabu (16/09).
Jeje menyebut kegiatan tersebut merupakan suatu kehormatan telah dilaksanakan di KBB dan bisa menjadi motivasi bagi Pemda KBB untuk terus meningkatkan kualitas proyek investasi daerah yang siap dikembangkan secara berkelanjutan.
“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, serta seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kecamatan Lembang, Pemerintah Desa Cikidang, Pemerintah Desa Wangunharja, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama mempersiapkan kegiatan ini,” kata Bupati Jeje.
Jeje mengungkapkan West Java Investment Challenge bukan sekadar ajang penilaian proyek investasi, tetapi merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan proyek-proyek yang memiliki kepastian, kesiapan, dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Bagi Kabupaten Bandung Barat, keikutsertaan pada WJIC tahun ini merupakan partisipasi yang kedua. Pada kesempatan sebelumnya, kami mengusulkan Proyek Bumi Perkemahan Tangsijaya di Kecamatan Gunung Halu sebagai proyek unggulan daerah,” kata Jeje.
“Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berharga dalam memperkuat kesiapan proyek, koordinasi lintas sektor, serta komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” imbuh Jeje.
Lebih jauh Jeje mengatakan, tahun ini Pemda Bandung Barat membawa Proyek TPST Pasir Buluh sebagai salah satu dari 12 proyek terpilih yang memasuki tahapan akhir penilaian WJIC 2026. Menurut Jeje, hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi pemerintahannya untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Bandung Barat memiliki proyek strategis yang siap dikembangkan bersama mitra investasi.
“Persoalan pengelolaan sampah saat ini menjadi tantangan nyata yang dihadapi banyak daerah, terlebih Kabupaten Bandung Barat yang memiliki karakteristik sebagai kawasan wisata, pertanian, permukiman, dan pusat pertumbuhan ekonomi,” tegas Jeje.
Oleh karena itu, lanjut Jeje, pengembangan TPST Pasir Buluh ditempatkan sebagai proyek strategis yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan persampahan, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi sirkular.
“Melalui proyek ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah secara terpadu, mengurangi beban sampah menuju tempat pemrosesan akhir, menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti RDF, material daur ulang, dan produk turunan lainnya, membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih hijau, sehat dan berkelanjutan,” ungkap Jeje.
Jeje pun berharap agar proyek ini menghadirkan manfaat yang seimbang antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, sehingga investasi yang masuk tidak hanya memberikan keuntungan bagi investor, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Jeje menegaskan, keberhasilan proyek sebesar ini tentu tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Oleh karenanya Jeje memberikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bandung Barat yang telah mengawal proses pengusulan proyek investasi ini, serta kepada Dinas Lingkungan Hidup yang menjadi perangkat daerah teknis dalam menyiapkan berbagai aspek pengelolaan persampahan.
“Kolaborasi tersebut diperkuat oleh dukungan Bapelitbangda, BKAD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh perangkat daerah terkait. Sinergi inilah yang menjadi modal utama bagi Kabupaten Bandung Barat untuk memastikan bahwa proyek TPST Pasir Buluh memenuhi prinsip Clean and Clear (CnC),” kata Jeje.
“Sebagai Bupati Bandung Barat, saya menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap percepatan realisasi proyek-proyek investasi strategis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyederhanaan proses perizinan, penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, dukungan penyediaan infrastruktur pendukung, serta penyelesaian berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan investasi,” sambungnya.
Jeje percaya bahwa kepastian dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor.
Jeje pun berharap berharap agar kunjungan Tim Penilai WIJC hari ini dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kesiapan Proyek TPST Pasir Buluh, baik dari sisi lokasi, dukungan pemerintah daerah, kesiapan teknis, maupun komitmen seluruh pemangku kepentingan.
“Kami juga terbuka terhadap berbagai masukan yang konstruktif agar proyek ini dapat semakin matang dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa mendatang,” pungkas Jeje. (*)






