Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail Memaparkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Pasir Buluh, Unggulan Proyek Hasil WJIC 2026

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM– Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menghadiri kegiatan West Java Investment Roadshow 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat di Krakatau Ballroom, T-Tower Bank BJB, Jakarta Selatan, Kamis (08/10).

Acara bertema “Essential Infrastructure for Inclusive Investment” ini menjadi wadah strategis dalam mempromosikan potensi dan peluang investasi daerah menuju The 8th West Java Investment Summit 2026.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Muslimin Anwar serta Deputi Bidang Promosi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Nurul Ichwan.

Dalam ajang investasi bergengsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memaparkan proyek unggulan hasil West Java Investment Challenge (WJIC) 2026, yaitu Proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasirbuluh.

Dalam kehadirannya, Bupati Jeje Ritchie Ismail didampingi oleh jajaran Kepala Dinas dan Kepala Badan di lingkungan Pemkab Bandung Barat, yaitu Dr. Drs. H. Hendra Trismayadi, M.Si, SAP, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Anni Roslianti, ST, MM Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Ibrahim Aji, SE, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), R. Eriska Hendrayana, S.IP, MM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dr. Moch. Lukmanul Hakim, S.Sos, M.Si, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)

Dalam sesi business matching, Pemkab Bandung Barat mencatat sebanyak 5 (lima) sesi pertemuan intensif bersama para calon investor dan mitra strategis, di antaranya JFE Engineering Corporation, Tigalapan Investama Group, Enterprise Singapore, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), dan DS Public Speaking Center.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyambut positif hasil pertemuan tersebut, khususnya atas ketertarikan dari perwakilan perdagangan internasional seperti Enterprise Singapore dan MATRADE Malaysia.

“Dalam kegiatan business matching hari ini, kami mencatat ada lima sesi pertemuan dengan calon investor. Dari pertemuan tersebut, kami menyambut baik ketertarikan dari dua perwakilan perdagangan internasional, yakni Enterprise Singapore dan MATRADE Malaysia dan satu perusahaan dalam negri yaitu Tigadelapan Investama Group. Ini menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah di Bandung Barat tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi sebagai peluang investasi yang bernilai ekonomi tinggi di mata internasional,” ujar Bupati Jeje.

Dari sisi teknis operasional, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji, SE, MM, menegaskan urgensi dan manfaat strategis dari pembangunan TPST Pasirbuluh bagi efisiensi anggaran dan kelestarian lingkungan daerah.

“TPST Pasirbuluh di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang ini merupakan langkah krusial untuk mengantisipasi rencana penutupan TPA Sarimukti. Jika seluruh sampah KBB harus langsung dibuang ke TPPAS Legok Nangka, biaya pengolahan daerah diperkirakan dapat melonjak hingga 5 kali lipat. Kehadiran TPST modern berbasis ekonomi sirkular ini menjadi solusi terintegrasi—mengolah sampah wilayah utara (Lembang, Parongpong, Cisarua) dari sumbernya secara ramah lingkungan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ungkap Ibrahim Aji.

Menindaklanjuti ketertarikan para investor tersebut, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Barat, Dr. Drs. H. Hendra Trismayadi, M.Si, SAP, menegaskan kesiapan jajarannya untuk memfasilitasi dan mengawal proses investasi hingga terealisasi.

“Tugas DPMPTSP selanjutnya adalah memastikan kemudahan. Kami akan melakukan pendampingan intensif, fasilitasi perizinan yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian berusaha agar minat ini bisa berlanjut ke tahap Feasibility Study dan komitmen investasi nyata,” tegas Dr. Hendra Trismayadi.

Dukungan penuh dari lintas dinas dan badan yang mendampingi Bupati dalam kegiatan ini semakin memperkuat kesiapan Kabupaten Bandung Barat dari sisi penataan ruang, pengelolaan lingkungan hidup, perindustrian, serta kepastian aset dan keuangan daerah demi mewujudkan investasi infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *