BANDUNGSATU.COM – Calon Bupati Paslon HADE, memborong kopi produksi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Bandung Barat untuk kemudian dibagikan dalam acara sapa warga di Lemang Kamis (14/11).
Hengki mengaku ia memborong produk UMKM tersebut sebagai bukti support Paslon HADE pada penggiat UMKM KBB agar produknya dikenal masyarakat luas.
“Kita bagi-bagi kopi ke tukang ojek, ke penjual-penjual yang ada di Bandung Barat, Ini Kopi asli Bandung Barat, produk UMKM Bandung Barat kita borong, kita bagi-bagikan,” kata Hengki.
Hengki pun membagikan produk tersebut di beberapa titik Kabupaten Bandung Barat dengan menggunakan delman.
Giat tersebut mendapat dukungan tokoh senior PDIP Elin Suharliah. Yang mengatakan apa yang dilakukan Hengki dengan program-programnya yang mensupport Bandung Barat, jelas dari pengalamannya selama 5 tahun memimpin Bandung Barat di periode sebelumnya.
“Pa Hengki itu sudah bekerja di bandung Barat selama 5 tahun. Tentunya sudah mengenal Bandung Barat dengan baik. Sudah mengenal masyarakatnya. Sudah mengenal apa kebutuhan dari masyarakatnya. Jadi tinggal melanjutkan,” kata Elin.
Hengki pun menyentil soal Bandung Kota Kembang, yang ia sebut saat ini Bandung Barat lah yang identik sebagai Kota Bunga karena produksi petani bunga yang mensuplai produknya ke berbagai daerah.
Ia juga melihat fakta, bahwa umumnya petani bunga di Kabupaten Bandung Barat bukanlah pengusaha berskala besar. Melainkan UMKM.
Identiknya Bandung Barat dengan bunga, kata Hengki, harus bisa melahirkan event yang nantinya melibatkan para petani bunga, dan stakeholder pertanian lainnya sehingga menjadi ciri khas. Event itu pun akan digelar secara rutin untuk menyerap wisatawan lebih banyak datang.
“Kami sudah membuat pameran, expo. Ternyata itu bisa meningkatkan omset,” kata Hengki.
Melihatnya banyaknya UMKM dengan beragam jenis produknya dan melihat pula potensi pasar UMKM, ia pun memiliki program bantuan pinjaman agar UMKM dapat berkembang dan menembus pasar yang sesuai.
“Nah ke depan kami sudah siapkan program bantuan pinjaman modal usaha tanpa bunga, tanpa jaminan. Jadi bunganya disubsidi oleh Pemerintah Daerah. Mudah-mudahan ini bisa membantu UMKM agar naik kelas, kemudian memberantas bank emok yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” jelas Hengki.
“Salah satu visi kita adalah Menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030, salah satu prioritas kami adalah sektor wisata, bagaimana mensinergikan antara pariwisata, seni budaya dan UMKM. Oleh karenanya buat kita pemerintah daerah penting membuat suatu konsep acara, yang ini bosa menjadi identitas, yang skalanya nasional dan dikolaborasikan antara UMKM, pariwisata, seni dan budaya,” imbuh Hengki.
Hengki menegaskan kembali bahwa Pasangan Hade telah memiliki komitmen pada UMKM agar naik kelas, olehnya karenanya ia membuat program khusus. Terlebih program untuk memajukan UMKM itu sendiri, menjadi salah satu unggulan diantara program- program yang lain.
UMKM, kata Hengki, harus terus didorong agar bisa menjadi penopang tumbuhnya ekonomi masyarakat. la sendiri mengaku sudah pernah mendorong UMKM sektor wisata di KBB dengan memberi bantuan permodalan, alat produksi dan pemasaran, sehingga mereka tumbuh berkembang dengan baik saat ini. (*)






