BANDUNGSATU. COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meminta masyarakat yang tinggal di wilayah Bandung Raya, agar waspada selama 3 hari ke depan. BMKG telah memprediksi wilayah Bandung Raya bakal diterjang hujan deras disertai angin kencang mulai 1-3 November 2024.
Prakirawan cuaca BMKG Bandung, Muhammad Iid mengatakan untuk mengantisipasi adanya kejadian bencana dari kondisi cuaca ekstrem tersebut, BMKG Bandung telah menerbitkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem.
Iid mengatakan, cuaca ekstrem ini ditandai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini bisa terjadi pada skala lokal dan durasi relatif singkat pada rentang waktu antara siang hingga malam hari.
“Peringatan dini ini berlaku bagi Bogor, Depok, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Cimahi, Sumedang, Kuningan, Garut, Tasikmalaya dan Majalengka,” jelas Iid, Jumat (01/11)
Iid menjelaskan, cuaca ekstrem ini dipicu karena ada pertumbuhan awan cumulonimbus dengan skala lokal yang berdampak pada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.
“Selain itu kondisi ini karena kelembaban udara cenderung basah sehingga ada potensi pertumbuhan awan-awan hujan. Pagi ke siang hari terjadi pemanasan cukup kuat, sehingga ada proses konvektif untuk pembentukan awan cumulonimbus,” jelas Iid.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian hujan deras dan angin kencang memicu pohon tumbang dan rumah di beberapa wilayah Bandung Raya. Di Bandung Barat misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 144 unit rumah rusak akibat diterjang bencana angin kencang, pada Kamis 31 Oktober 2024 kemarin. Selain rumah, bencana ini juga mengakibatkan 10 orang luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan serta pohon tumbang.
Angin kencang telah melanda 7 desa di dua kecamatan yakni di Kecamatan Sindangkerta meliputi Desa Rancasenggang dengan total 60 rumah, Desa Pasir Pogor 35 rumah, Desa Puncak Sari 15 rumah, Desa Cikadu 11 rumah, serta Desa Weninggalih 7 rumah. Selain itu terjadi pula di dua desa Kecamatan Cipongkor yakni Desa Girimukti sebanyak 10 rumah dan Desa Cijenuk 6 rumah.
“Kita bersama aparat kewilayahan sudah melakukan pendataan. Total rumah rumah ada 144 unit. Tersebar di Kecamatan Singdangkerta dan Cipongkor,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Yan Cahya Djuarsa, Jumat (01/11). (*)






