BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Pekerja transportasi online memiliki tugas berat, karena tidak mengenal waktu. Oleh karenanya menjaga kesehatan sudah menjadi hal yang wajib. Dengan sistem kerja yang ‘maraton’ seperti ini, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara berkala.
Melihat hal tersebut, Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Kawan Juang GP, menggelar pemeriksaan kesehatan bagi para pengendara ojek online. Giat tersbut digela Minggu (05/11) di Taman Cikapayang Kota Bandung.
Sejak pagi hari, para pengendara ojek online yang kebayakan perempuan, berduyun-duyun datang untuk memeriksakan diri.
Sebelum pemeriksaan berlangsung, mereka didata terlebih dahulu, kemudian diedukasi mengenai segala macam perihal kesehatan dan berbagai resiko penyakit.
Satu persatu mereka diperiksa kondisi fisiknya. Tekanan darah menjadi poin pemeriksaan yang utama, sebab tekanan darah tinggi atau hipertensi, menjadi faktor resiko utama penyakit jantung. selain pemeriksaan tekanan darah, para pengemudi ojeg online ini diperiksa pula kadar kolesterolnya.
Salah satu pengemudi ojol, Asti Pratiwi, mengungkapkan terima kasihnya kepada relawan Kawan Juang GP, karena sebagai pengemudi ojol yang kesehariannya mencari nafkah di jalan, jarang untuk memeriksa kesehatan. Bahkan dalam setahun terakhir, karena berbagai kendala, diantaranya waktu dan biaya.
“Boro-boro periksa kesehatan ya, yang namanya kerja di jalan raya gitu, kalau ada kerasa sedikit paling mengkonsumsi obat warung,” tukas Asti.
Dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gratis, para pejuang jalanan ini mengaku menjadi lebih sadar akan kesehatan diri. Terlebih, dengan tuntutan pekerjaan mereka yang mobilitasnya tinggi. Para ojol ini pun berharap kedepannya kegiatan seperti ini, rutin digelar dengan menyasar lebih banyak lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah jadi tahu tentang kesehatan diri saya. Terlebih, saya juga sebagai ojek online yang bekerjanya tinggi, jadi tahu seperti tekanan darah saya berapa, koleterol saya berapa. Jadi lebih aware juga untuk kesehatan kita kedepannya, terhadap keseharian aktivitas kita sebagai ojek online,” kata Winda Putri yang menghabiskan waktu 12 jam sehari menjadi pengemudi ojol.
Senada dengan Asti, Winda pun berharap, kedepannya kegiatan seperti ini akan lebih rutin digelar dengan menyasar lebih banyak masyarakat.
“Semoga sukses dan mungkin bisa digiatkan lagi untuk kegiatan kegiatan kaya gini agar bisa merata untuk seluruh masyarakat indonesia, insyalloh sih kalau saya pilih capres yang sehat, fisiknya bugar seperti pak Ganjar Pranowo,” ungkapnya.
Sementara itu Koordinator Kawan Juang GP, Benny Kurniadi mengatakan, pihaknya telah menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini untuk kedua kalinya.
“Pemeriksaan kesehatan bersama pengemudi ojel online ini kita lakukan yang kedua kali. kita melakukan pemeriksaan terhadap 300 pengemudi ojek online baik dari Gojek, Grab, Shopee dan semua yang berkaitan dengan ojek online,” ucap Benny.
Benny pun mengatakan, dipilihnya para pengemudi ojol sebagai sasaran bakti sosial ini, karena mereka merupakan pejuang peningkatan ekonomi di masyarakat.
“Mereka bekerja sangat keras, melayani masyarakat juga, tidak ada salahnya juga kita dari kawan juang turun untuk melayani mereka kali ini,” ungkapnya, seraya mengatakan bahwa pihaknya pun berencana untuk merutinkan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi ojol ini.
“Insya Allah untuk ojek online ini kita mau melaksanakan dua minggu sekali di tempat ini dengan peserta yang berbeda. kebetulan kita sudah punya kontak dengan asosiasi ojek online itu sendiri,” imbuhnya.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, Benny mengungkapkan, Kawan Juang GP juga memiliki beberapa program lainnya yang seluruhnya tergabung dalam satu tema besar yakni Indonesia Sehat.
“Di dalamnya ada salah satu pemeriksaan kesehatan gratis baik untuk warga seperti sekarang ini untuk ojek online. nanti kita akan coba juga membuat pelayanan kesehatan pemeriksaan kesehatan untuk goweser, karena kebetulan kita salah satu programnya adalah sepeda sehat, kemudian ada jalan sehat dan senam sehat. Jadi intinya lebih ke kesehatan,” tuturnya.
Benny menyebut, anggota Kawan Juang GP ini diisi oleh orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, namun memiliki visi yang sama.
“Relawan ini terbentuk dari kesamaan visi ya, mereka temen-temen kuliah dulunya, kemudian menyebar ke temen temen SMA dan SMP. Jadi circle-nya masih temen-temen sendiri lah. ada yang memang pengusaha, ada dari guru bahkan terlibat di Kawan Juang,” tandasnya. (*)






