Banjir Kritikan Menu MBG Bulan Ramadhan di Kabupaten Bandung Barat

Menu MBG di bulan ramadhan yang dibagikan buat siswa di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Santi Kusumawati (40 tahun) heran melihat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) milik anaknya di bulan ramadhan yang diterima dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.  Anak Santi yang sekolah pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD)  tidak mau mengonsumsi menu MBG tersebut selama bulan Ramadan tahun ini.

“Alasannya tidak enak dan tidak segar buah buahannya,” kata Santi warga Ngamprah saat dihubungi Jumat (27/02/2026). Kata Santi, anaknya membawa pulang menu MBG dengan kantong plastik selama ramadhan.

Jumat kemarin salah satu anaknya mendapatkan menu kering berupa satu potong roti jenis brownis  yang dibungkus plastik, satu pisang ambon, satu buah susu kotak dengan merk Indomilk isi 115 ml, dan satu kantong kacang. Empat jenis makanan itu dikemas dengan wadah berbahan plastik.

“Tanpa ada penjelasan tanggal kadaluarsa,” katanya Santi mengatakan roti jenis bolu brownis tersebut yang diterima berukuran kecil dan rasanya tidak enak untuk dikonsumsi.

Pisang yang diterima juga tidak bagus kualitasnya. Sebelum menu itu, Santi bercerita anaknya juga pernah mendapatkan kurma. Namun, kurma itu sudah kering sehingga kurang layak untuk dikonsumsi. Dia khawatir anaknya justru mendapatkan masalah kesehatan. Santi menduga SPPG sengaja tidak membeli makanan berkualitas untuk mendapatkan banyak keuntungan.

Perhitungan Santi, harga menu MBG yang diterima tidak sampai Rp 8 ribu sampai 10 ribu. “Saya duga SPPG melakukan mark up harga,” katanya.

Santi menduga petugas SPPG tidak banyak bekerja selama Ramadhan. Mereka tidak memasak atau mengolah makanan. Mereka hanya membeli makanan kering lalu mengemas makanan tersebut. “Pegawainya tidak masak. Tidak cuci bekas makan siswa, karena menunya kering. Paling cuma packing,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan tugasnya dari ahli gizi di SPPG. Sebab, dari komposisi makanan, tidak tampak takaran protein hingga karbohidrat. Santi pun menyayangkan pihak satuan tugas MBG Kabupaten Bandung Barat seperti tutup mata dan tutup telinga adanya pembagian MBG menu keringan di bulan ramadhan ini.

Adanya pembagian menu MBG keringan tersebut di bulan ramadhan mendapat reaksi para orang tua siswa di Kabupaten Bandung Barat menjadi viral di media sosial unggahannya semua mengkritik pembagian menu MBG. Seharusnya Pemerintah Daerah Bandung Barat, ikut merespon cepat adanya keluhan orangtua siswa tersebut.

Sementara itu pihak Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan MBG pada Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi dan libur Tahun Baru Imlek 2026. Surat edaran ini diteken langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana pada 12 Februari 2026. SPPG diwajibkan menggunakan tote bag untuk mengemas menu MBG. Pengemasan harus menerapkan SOP keamanan pangan, seperti pengecekan masa kedaluwarsa dan perizinan produk, seperti pangan industri rumah tangga (PIRT). Menu dilarang berupa makanan kemasan atau produk pabrikan ultra processed food (UPF). Masih dalam aturan ini, SPPG diminta menyediakan dua buah tas jinjing untuk setiap penerima manfaat dengan warna yang berbeda (misalnya warna biru dan merah). Tujuannya adalah menjadi pembeda antara kantong yang sebelumnya digunakan dan kantong yang akan ditukar pada hari berikutnya. Adapun rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan/atau makanan khas lokal lain, serta kurma (opsional), dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *