BANDUNGSATU.COM – Asep Dedi Setiawan kembali terpilih sebagai Ketua FORKI KBB periode 2025-2029. Pemilihan berlangsung pada Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) digelar di Batujajar, Kamis (30/01).
Musyawarah Cabang tersebut, dihadiri oleh enam ketua perguruan yang memiliki hak suara, yakni KKI, BKC, KEI SHIN KAN, GOKASI, GOJU, dan INKANAS.
Hasil Muscab menetapkan secara aklamasi Asep Dedi Setiawan sebagai Ketua FORKI KBB periode 2025-2029. Degan terpilihnya pria yang akrab disapa Ucok itu, ia memimpin FORKI KBB untuk periode yang ke keempat secara beruntun sejak tahun 2008.
“Awalnya sempat terbersit pikiran untuk mundur demi regenerasi kepemimpinan. Namun enam ketua perguruan yang punya hak suara dan hadir di Muscab, menginginkan saya kembali menjadi ketua,” ucapnya usai gelaran Muscab di Cangkorah, Batujajar.
Ucok mengatakan, amanat jabatan sebagai ketua dari perguruan yang ada di bawah naungan FORKI, tetap akan dijalankan sebaik mungkin. Termasuk bersinergi dengan Pemda KBB di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati baru hasil Pilkada 2024.
Ia pun mengatakan di bawah kepemimpinannya sejak tahun 2008, sudah banyak kiprah dan prestasi FORKI KBB di ajang olahraga tingkat regional ataupun nasional.
Ucok mengungkapkan prestasi yang sudah dibesutnya antara lain pada Porda atau Porprov tahun 2014 yang berhasil meraih 4 emas, kemudian di tahun 2018 meraih empat perak dan empat perunggu. Sementara di 2022 berhasil meraih 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Lalu di PON Papua dan PON Sumut berhasil menyumbang emas bagi kontingen Jabar.
“Untuk Porprov 2026 nanti, kami menargetkan bisa meraih 4 emas seperti di tahun 2014 lalu,” ucapnya.
Saat ini FORKI KBB telah menyiapkan 23 atlet dari semua kelas yang sudah terseleksi dari ajang Bupati Cup. Nantinya mereka akan mengikuti babak kualifikasi (BK) Porprov sehingga butuh dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Seperti matras, body protektor, dan perlengkapan lainnya.
“Semoga dengan sinergi yang baik antara KONI KBB dan Pemda, anggaran ke cabor akan lebih diperhatikan lagi. Jangan sampai pengalaman Porda 2022 yang minim dukungan anggaran terulang kembali, yang membuat cabor nombok hingga 80%,” pungkas Ucok. (*)






