Bambang Irawan: Diduga Kebijakan Bupati KBB, Jeje ‘Disetir’ Oknum Tertentu untuk Kepentingan Sendiri dan Golongannya

Ketua Aliansi Rakyat Bersatu KBB dan juga Tim Pemenangan Pasangan Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail di Pilkada KBB lalu, Bambang Irawan (BI). Foto/ BANDUNGSATU.COM

BANDUNGSATU.COM – Kehadiran Bupati Jeje Ritchie Ismail di Bandung Barat, diharapkan bisa memperbaiki keadaan perekonomian dan pelayanan yang pro rakyat di KBB saat ini, dengan mengelola anggaran sebesar Rp 3,4 triliun.

Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta yang terdiri 16 kecamatan dan 165 Desa diharap bisa terakomodir dengan anggaran sebesar itu.

Jeje pun diharapkan mampu mengelola anggaran dan memperbaiki pola pemerintahan, namun juga perbaikan ekonomi dan pelayanan pada masyarakat.

Hal itu disampaikan Tim Pemenangan pasangan Jeje Ritchie Ismail- Asep Ismail di Pilkada KBB 2024, yang juga ketua Aliansi Rakyat Bersatu KBB, Bambang Irawan, Senin (09/06).

”Harapan yang kami cantolkan pada Bupati terpilih, kang Jeje hanya sebatas angan-angan. Hanya impian yang tidak jelas,” kata Bambang yang prihatin bahwa harapan di awal bahwa Jeje bisa memperbaiki kondisi yang sebelumnya buruk, sepertinya susah terwujud.

”Bagaimana bisa mewujudkan misi dan visi saat kampanyenya dalam RPJMD pada Musrembang aja terbukti ka kaler sementara RPJMD ka kidul,” imbuh Bambang.

Ia mengatakan bahwa tidak bisa diwujudkannya visi misi Jeje saat kampanye dulu, karena sekarang Bupati terhambat komunikasinya, baik dengan ’pembantunya,’ maupun dengan wakil rakyat.

Bambang menuding ada segelintir orang yang menghalangi komunikasi Jeje dan membawa agenda sendiri agar bisa sesuai yang mereka harapkan.

”Komunikasinya sulit dengan pa Bupati, karena dihalangi orang-orang di sekelilingnya yang tidak jelas dan sebenarnya tidak punya kewenangan dan kepentingan di Bandung Barat,” ungkap Bambang dengan geram.

Bambang bahkan menuding secara tegas bahwa sekretaris pribadi Bupati Jeje, bernama Ridwan menjadi ’pion’ orang tertentu yang ’menyetir’ Jeje.

”Ridwan ini sepertinya ’pion’ yang dimainkan oleh pihak tertentu yang bukan dari institusi Pemerintah atau birokrasi melainkan dari luar yang juga tim sukses bupati Jeje di Pilkada tahun lalu. Ini jelas sangat berbahaya bagi kelangsungan Bandung Barat dan Bupati Jeje Ritchie Ismail,” kata Bambang.

”Gerakan kami adalah gerakan moral yang menyayangi Bupati, karena konon pa Jeje diduga disetir, dan dikendarai oleh oknum tadi. Bahkan diduga melakukan penekanan dan penyadapan pada eselon 2 dan eselon 3,” tambah Bambang.

Bambang menduga apa yang dilakukan oknum tersebut menyetir kebijakan Jeje untuk kepentingannya sendiri dan golongannya. Bambang pun menduga ada keterlibatan wakil rakyat tertentu dalam yang menghambat komunikasi tersebut.

Ia menyebut hanya anggota dewan tersebut yang bisa berkomunikasi dengan Bupati Jeje. Diduga ia adalah salah satu anggota DPRD KBB, Dona Ahmad Muharam.

”Anggota DPRD KBB, dari PAN bernama Dona Ahmad Muharam tersebut adalah pengusung. Saat menang, pa Jeje itu dianggap Bupati nu sorangan weh,” kata Bambang.

Bambang juga mengatakan bahwa sekretaris pribadi Bupati, Ridwan diduga akan melakukan pengeroposan dari dalam, karena dulunya adalah tim sukses, anggota DPR RI dari PDIP, Deni Cagur yang jelas bukan dari partai yang membesut Jeje.

”Pecat Sekda KBB, Pecat Sekpri Bupati,” kata Bambang karena ke dua orang tersebut diduga banyak mengintervensi Jeje saat menjalankan tugasnya.

Bambang sendiri berharap agar masyarakat, para tokoh KBB, LSM dan media serta organisasi yang ada di KBB untuk bersatu menyelamatkan Pemerintahan Bandung Barat.

”Hayu babareungan, saatnya bangkit melawan kemungkaran di Bandung Barat,” jelas Bambang.

Menurut Bambang program Jeje saat kampanye saat ini tidak jelas dilakukan karena cenderung mengekor program Provinsi Jawa Barat. ”Pemerintah Bandung Barat apa langkahnya? Gak jelas saat ini. Jangan sampai copy paste. Program Bandung Baratnya mana ?” pungkas Bambang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *