Badai Matahari Hari Ini, Diprediksi Ganngu Frekuensi Radio dan Picu Badai di Pasifik dan Amerika

Badai Matahari hari ini, diprediksi ganggu frekuensi radio dan picu badai di Pasifik dan Amerika pada Selasa (23/1), setelah terdeteksi ada badai matahari yang pengaruh lontarannya sampai ke bumi. Foto/Istimewa

INTERNASIONAL, BANDUNGSATU.COM – Frekuensi radio akan mati di perairan pasifik dan Amerika pada Selasa (23/01) hari ini, setelah terdeteksi adanya badai matahari yang pengaruh lontarannya sampai ke bumi.

Pengaruh lontaran energi besar matahari itu terdata di Amerika Barat dan Amerika Selatan pada pukul 16.20 waktu setempat, Senin (22/01).

Hal itu disebut oleh NOAA’s Space Weather Prediction Center (SWPC) yang jugan mengatakan lontaran energi matahari tersebut 60 persen kemungkinannya akan juga mengakibatkan perubahan cuaca. Mereka memprediksi akan terjadi badai di lokasi yang terimbas lontaran badai matahari.

Badai diprediksi NOAA’s SWPC akan terjadi sampai besok dengan kemungkinan akan berdampak pada radio komunikasi penerbangan dan mengganggu sejumlah komunikasi dengan menggunakan satelit.

“Kami sudah mendeteksi adanya sebagaian frekuensi radio yang terganggu dengan sekala gangguan menengah. Bisa saja gangguan menguat pada puncak badai,” sebut pernyataan Lembaga Prediksi Cuaca Ruang Angkasa Amerika tersebut.

Lembaga tersebut menyatakan bahwa ada dua titik matahari yang sangat aktif, yang diberi kode 3559 dan 3555, Tengah melontarkan corona yang sangat besar mulai akhir pekan kemarin. Lontaran corona itu disebut mengandung material plasma dan gelombang magnetic.

Host prakiraan cuaca luar angkasa, Skov, mengatakan badai matahari ini diperediksi akan berlangsung sampai 25 Januari.

“Badai matahari diprediksi akan terjadi sampai 25 Januari mendatang. Hari ini baru dimulai dan akan berpengaruh pada cuaca yang bisa berimbas pada hujan badai,” kata Skov, Senin (22/02). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *