Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Tangkal Pinus Gaet Sahabat Tuli Menanam Pohon

Objek Wisata Tangkal Pinus di Cikole Kecamatan Lembang, KBB mengajak masyarakat peduli lingkungan , gaet sahabat Tuli menanam pohon. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARA, BANDUNGSATU.COM – Menjadi objek wisata yang memiliki kepedulian pada lingkungan, adalah salah satu visi yang diemban Tangkal Pinus. Itu sebabnya, banyak program yang terkait dengan menjaga lingkungan dijadikan agenda tetap Objek Wisata di Jl. Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu program peduli lingkungan digelar pada Kamis (09/11), berupa penanaman pohon agar kawasan konservasi di Bandung Utara tetap memiliki areal hijau yang memadai.

“Kegiatannya ini sebenernya tujuannya kita pengen memberi kebahagian untuk Sahabat Tuli (bagian dari Disabilitas Tuli, red), selain itu bersama Sahabat Tuli kami menanam 100 pohon sebagai persiapan menghadapi musim hujan,” kata Astrid Rijzker, CEO Tangkal Pinus, sambil menambahkan pohon yang ditanaman antara lain pohon camar, damar, mahoni dan pohon pinus.

Penanam pohon di Tangkal Pinus, kata Asrid, murni program dari Tangkal Pinus dengan menggandeng Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) Harapan Jayagiri dan Perhutani yang menyediakan bibit pohon yang ditanam di lokasi.

Acara di Tangkal Pinus hari ini melibatkan para disabilitas, karena Tangkal tentu diperuntukan juga bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

“Objek wisata kami tidak hanya untuk masyarakat umum, tapi juga diperuntukan untuk mereka teman-teman disabilitas,” jelas Astrid.
Sahabat Tuli yang berinduk pada organsisasi Gerkatin, menghadirkan 100 orang disabilitas Tuli. Mereka selain menanam pohon, juga diikutkan pada kegiatan melukis yang didukung oleh Rolly Monkey.

“Ada 5 orang terbaik yang kami apresiasi dengan memberi hadiah bagi Sahabat Tuli yang ikut berpartisipasi pada acara gelaran melukis hari ini,” ungkap Astrid.

Ia juga mengatakan bahwa ke depannya tidak hanya disabilitas tuli yang terlibat, namun sudah menjajagi pula bekerja sama dengan para tuna netra, untuk menggelar acara di Tangkal Pinus.

“Kami dengar banyak para tuna netra yang pandai bernyanyi. Nanti kami bisa ajak untuk mengisi acara di sini,” terang Astrid.

Penaman pohon di Tangkal Pinus ini tidak hanya berupa acara seremonial, namun Sahabat Tuli dan para wisatawan yang hadir diberikan edukasi pula bagaimana merawat pohon yang baik.

“Selain sebagai penghijauan menghadapi musim hujan, kami juga menggelar acara ini agar banyak orang yang aware atau peduli pada lingkungan. Itu sebabnya kami beri edukasi bagaimana cara menanam dan merawat pohon,” imbuh Astrid.

Sementara itu ditemui di sela-sela acara, aktivis Sahabat Tuli, Galih, yang menggunakan bahasa isyarat dan diterjemahkan oleh staff Dinas Sosial  Cimahi mengatakan, ia sangat senang bisa terlibat di acara ini.

“sangat senang bisa ikut menanam pohon, melukis dan berwisata di tempat ini,” kata Galih melalui bahasa isyarat.

Ia mengapresiasi Tangkal Pinus yang memiliki program wisata bersama para disabilitas.

“Progam ini sangat baik, semoga terus berjalan dalam melibatkan teman-teman para disabilitas,” imbuh Galih. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *