BANDUNGSATU.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiapkan calon kepala sekolah melalui program guru penggerak, yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Saat ini di KBB ada 276 kepala SD dan SMP yang kosong, melalui program guru penggerak itu diharapkan bisa menghasilkan guru berkualitas yang kedepannya bisa dipromosikan menjadi kepala sekolah,” terang Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdik, KBB,
Rustiyana belum lama ini.
Dikatakannya, kekosongan jabatan kepala sekolah jadi perhatian khusus mengingat saat ini hanya diisi oleh Plt. Keterbatasan kebijakan yang dimiliki Plt dikhawatirkan mengganggu operasional sekolah, padahal saat ini aktivitas pembelajaran tata muka (PTM) sudah digelar.
Untuk pengisian kepala sekolah itu, kata dia, terdapat dua program yang dilaksanakan. Yakni melalui program pemerintah pusat menggunakan APBN, maupun diklat yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah menggunakan APBD. Tujuannya untuk meningkatkan kompeteni guru dalam manajerial sekolah.
“Kepala sekolah itu selain punya kemampuan mengajar juga harus memiliki kecakapan manajerial. Sehingga program guru penggerak ini, jadi inovasi baru dalam dunia pendidikan di KBB,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini memang guru hanya sebatas pengajar, namun ke depan guru itu harus menjadi motivator dan banyak melakukan praktik dari ide yang dimilikinya. Pemerintah pusat juga menekankan program guru penggerak ini sebagai motivator dalam mendidik siswa yang berpancasila.
Hadirnya program guru penggerak juga mampu memberikan stimulus bagi para guru untuk kemudian dapat menciptakan kurikulum maupun silabus pembelajaran yang baru. Jadi guru bukan lagi sebagai penikmat kurikulum, tetapi juga dapat menciptakan kurikulum yang baru dan relevan sesuai perkembangan zaman.
“Sekarang memang guru masih sebagai pelaksana kurikulum, tapi ke depannya guru dan kepala sekolah harus menjadi pembuat dan pemilik kurikulum,” pungkasnya. advetorial
Editor : Rizki Nurhakim






