BANDUNGSATU.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi melalui bagian Neurologi mengadakan kegiatan pemeriksaan fungsi kognitif gratis terhadap lansia. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat yang mendapat dukungan dari LPPM Unjani.
Salah satu fungsi kognitif manusia yang terpenting adalah fungsi daya ingat/memori. Pada demensia, gejala utamanya adalah gangguan memori yang disertai dengan gangguan kognitif lain. Antara lain gangguan orientasi (contohnya sering tersesat/tidak tahu jalan pulang), gangguan komunikasi, dan gangguan dalam mengambil keputusan.
Akibat gejala demensia tersebut, penderita menjadi tidak dapat mandiri dan perlu bantuan orang lain untuk melakukan aktifitas hariannya. Sehingga pada akhirnya akan menurunkan kualitas hidup penderita dan keluarganya.
Ketua pelaksana kegiatan ini, dr. Yustiani Dikot, Sp.S(K) mengatakan, seringkali pikun itu dianggap biasa oleh masyarakat pada umumnya, karena merupakan bagian normal dari proses penuaan. Namun seharusnya lebih waspada akan bahaya terjadinya proses demensia, karena demensia bukan merupakan hal yang normal.

Demensia adalah suatu penyakit gangguan daya ingat yang harus diobati agar tidak bertambah berat. Oleh karena itu, penting sekali melakukan pemeriksaan dasar fungsi kognitif seseorang, agar dapat diketahui apakah orang tersebut berisiko terkena demensia atau tidak.
“Apabila sudah terkena demensia, maka harus dilakukan tatalaksana secara komprehensif untuk mencegah kemunduran dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan demensia beserta keluarganya,” tuturnya.
Kegiatan pemeriksaan fungsi kognitif ini dimulai pukul 08.00 WIB di Gedung dr. Sutan Dikot Harahap FK Unjani dan peserta yang diperiksa sebanyak 24 orang. Dokter muda FK Unjani turut dilibatkan dalam melakukan pemeriksaan fungsi kognitif MMSE, Trail Making Test, dan Clock Drawing Test.
Setelah diperiksa, hasil yang didapatkan dikonsultasikan kepada dokter ahli saraf. Dari 24 orang yang datang, terdapat 12 orang yang memiliki gangguan fungsi kognitif derajat sedang. Hal ini tentunya menjadi perhatian, bahwa separuh dari peserta mengalami gangguan fungsi kognitif, yang bila tidak ditatalaksana sejak dini, kemungkinan besar akan mengalami kemunduran.
Seluruh peserta diedukasi pada saat konsultasi tentang pentingnya menjaga pola hidup dan aktivitas yang sehat agar fungsi kognitif tetap terjaga dan tidak mengalami kemunduran.
“Kami berharap setelah diadakan kegiatan ini, masyarakat dapat lebih waspada terhadap kemunduran fungsi kognitif dan segera memeriksakan dirinya bila mengalami keluhan fungsi kognitif, seperti gangguan memori,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Nurhakim






