Kader Ansor dan Banser Gelar Apel Virtual Kesiapsiagaan Bencana Bersama Menag dan Kapolda

Apel virtual kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh 5.000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser dan Kyai muda Rijalul Ansor se-Jawa Barat, yang dibuka oleh Menag RI dan Kapolda Jabar, Selasa (9/2/2021). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat menggelar apel virtual kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh 5.000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser dan Kyai muda Rijalul Ansor se-Jawa Barat, Selasa (9/2/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang juga Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri.

Pada sambutannya, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri menyambut baik pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan bencana Banser Jabar. “Semoga dengan dilaksanakannya apel ini akan terwujud visi dan misi yang sama sehingga bisa diimplementasikan oleh seluruh anggota kader Banser se-Jawa Barat,” ucapnya.

Sebagaimana wataknya yang telah digariskan, lanjut Kapolda, dengan semangat kepemudaan, kerakyatan, keislaman, dan kebangsan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat diharapkan bisa terus eksis, memiliki keteladanan, kejuangan, kepeloporan dan jiwa penolong dalam menegakkan ajaran Islam.

“Dalam konteks kekinian, kiprah Banser semakin nyata dibutuhkan dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang melanda bangsa Indonesia dan juga berbagai bencana khususnya di Jawa Barat,” harap lulusan terbaik Akpol 1989 yang juga pernah menjabat Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor mengintruksikan kepada seluruh peserta apel untuk senantias disiplin menegakkan protokol kesehatan. “Jangan kendor dan tidak boleh lengah. Ini dalam rangka melindungi diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Gus Yaqut mengamanatkan, sebagai kader ansor-banser sekaligus kader NU harus memiliki cita-cita besar dan juga berjiwa besar.”Berjiwa besar itu tidak pengecut. Kita pantang mencari masalah. Tapi kalau ada masalah kita harus menghadapinya. Jangan menghidar. Yang kedua, tidak boleh serakah. Apa yang ada, yang kita miliki saat ini kita syukuri dan jangan mengambil yang bukan hak dan milik kita,” sambungnya.

Ciri kader berjiwa besar yang ketiga, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi II ini adalah tidak mudah tersinggung dan sakit hati sehingga dapat mudah memaafkan. Sebagai kader ansor dan banser jangan pernah terbang ketika dipuji dan tidak akan tumbang ketika dicaci.

Sementara ciri kader yang keempat senantiasa memiliki komitmen untuk memanusiakan manusia dalam rangka mengembangkan peradaban yang luhur dengan tanpa mempertimbangkan latar belakang perbedaan agama, suku bangsa.

“Setiap kader ansor dan banser harus terus menempa diri agar kapasitas yang dimiliki sesuai dan lebih bermakna di tengah masyarakat. Apel kesiapsiagaan bencana ini merupakan bentuk respons dan tanggungjawab atas tragedinkemanusiaan yang terjadi,” imbuhnya.

Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar menambahkan, gelaran apel kesiapsiagaan bencana ditujukan untuk mengkonsolidasi para kader ansor banser dan kyai muda di Jawa Barat. Supaya bersama-sama siap dan waspada menghadapi segala kondisi dan cuaca alam yang ada terutama pada musim penghujan akhir akhir ini.

Dia juga menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas musibah bencana yang melanda sejumlah daerah baik banjir maupun tanah longsor di Jawa Barat. Walaupun dalam situasi terbatas karena pandemi COVID-19, dirinya bersyukur pasukan Banser di daerah bisa hadir membantu masyarakat yang menjadi korban.

“Terimakasih dan apresiasi kami kepada sahabat sahabat Ansor-Banser yang senantiasa hadir meringankan beban musibah saudara-saudara kita,” pungkasnya.

Kegiatan apel virtual ini diikuti oleh 5.000 kader yang masing-masing diikuti oleh 150 peserta dari setiap Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang terdiri dari 50 pengurus ansor, 50 kader Banser dan 50 Kyai muda. PW Ansor dan Satkorwil Jabar menggelar apel di Pondok Pesantren Nurul Huda, Cisurupan, Kabupaten Garut.

Bertindak selaku inspektur apel Komandan Satkorwil Banser Jabar Yudi Nurcahyadi dan pembina apel Sekretaris PW Ansor Johan Anwari. Peserta apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga faceshield. (*)

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *