Wabup Sumedang Bantah Isu Pelecehan, Gubernur Jawa Barat Akan Investigasi

Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan membentuk tim investigasi menyusul viralnya pemberitaan dugaan kasus pelecehan Wabup Sumedang, FA, kepada Sekprinya, RY.

Dedi mengatakan investigasi ini akan dilakukan agar informasi yang didapat menjadi jelas dan objektif.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang, agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” kata Dedi Mulyadi, Jumat (28/08).

“Untuk itu pada semua pihak mohon bersabar sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi, Hathur nuhun,” pungkas Dedi Mulyadi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang, FA, membantah isu yang beredar terkait pelecehan seksual dan kekerasan yang diduga dilakukannya terhadap sekretaris pribadinya, RY, pada Senin (17/08) lalu.

FN mengatakan, isu tersebut ridak bisa dipertanggungjawabkan dan ia berupaya meluruskan kesalahpahaman tersebut. Ia menuduing informasi tersebut tersebar dari pesan berantai dari orang yang saat ini masih dalam penelusuran.

”Makanya saya pun kaget, jujur. Ya meluruskan kesalahpahaman ini. Ya itu semua tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari pesan berantai,” kata FA, Kamis malam (27/08).

”Sedang kami dalami. Nanti juga akan ada konfirmasi-konfirmasi dari orang terkait. Jadi memang kami nggak mau tanggapin sebenarnya karena cuman jadinya melebar luas,” tegas FA.

Meski enggan mengcounter inftomasi yang dianggapnya tidak benar, FA juga mengatakan, bagaimana pun berita semacam itu tetap harus ditanggpi.

”Mau nggak mau harus ditanggapi kan. Tapi kalau faktanya tidak ada apa-apa. Semuanya baik-baik saja,” ujarnya.

Tanpa menyebut secara detil, Wabup FA pun menduga isu tersebut disebarluaskan karena ada unsur politis.

”Dan seakan-akan itu tadi lah. Fitnah dan tuduhan-tuduhan tidak berdasar. Ya itu. Tapi jika saya mendapatkan info ya harus jelas ya. Kalau kita tidak mau berasumsi-asumsi. Tapi ya saya menduga ini tetap larinya ke arah politik juga. Soalnya kita seperti kemarin-kemarin di isu-isu fitnah dan lain-lain. Ada hal yang didasari dengan politik lah,” jelasnya.

Ia mengimbau pada masyarakat agar tetap tenang dan menyatakan bahwa Wabup FA dan keluarga dalam kondisi baik-baik saja.

”Benar-benar semuanya kondusi baik-baik saja. Tapi kita sedang dalami. Sebenarnya kita sih santai. Cuma ya itu jadi rame,” pungkasnya.

Di tempat terpisah Sekpri Wabup Sumendang, RY, pun akhirnya membantah berita yang viral tersebut. RY mengaku kaget akan berita yang viral yang awalnya muncul di sejumlah grup Whatsapp.

”Kita juga kaget, tiba-tiba rame, viral, banyak yang ngirim, segala macem, luas, itu tuh berita gak usah dipercaya. Aduh ya Allah ya, sebetulnya saya mau minta maaf dulu, yang pertama karena itu jadi ramenya maksudnya menyeret yang enggak-enggak gitu,” ungkap RY.

“Saya harap sih masyarakat mungkin atau yang ngebaca berita udah stop, jangan disebar luasin lagi, nah itu mah enggak benar gitu. Terus saya harap juga udah lah di-stop gitu, gak usah di-share-share segala macem,” pungkas RY.

Seperti diberitakan sebelumnya Sekretaris pribadi Wakil Bupati Sumedang, RY, diduga mendapat kekerasan seksual dari Wabup FA. Tidak hanya itu, RY mengaku dikeroyok dan sejumlah barangnya diambil oleh para pelaku lainnya.

RY menurut informasi sudah melaporkan sejumlah pelaku yang terindikasi melakukan pengeroyokan dan kekerasan seksual. Yang dilaporakan RY antara lain, FA (Wabup Sumedang), ADO (istri Wabup Sumedang), FPN (anggota DPR RI fraksi PAN Komisi I) yang sekaligus kakak sepupu Wabup dan T (ajudan FPN).

Barang bukti yang dihadirkan oleh RY saat melapor ke pihak kepolisian, antara lain satu lembar fotokopi kwitansi berobat, dua lembar print out foto wajah korban dengan luka lecet dan lebam. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *