Isu Dugaan Perselingkuhan Kepala BKPSDM KBB, Ketika Menjadi Ajudan Sekda Terungkap Setelah 13 Tahun Terkubur.

Foto/Ilustrasi

FotoBANDUNGSATU.COM – Isu dugaan perselingkuhan Kepala BKPSDM, berinisial RW, semakin memanas, setelah sejumlah saksi buka suara soal perilaku pelanggaran kode etik dan moral yang bersangkutan sebagai Aparatur Sipil Negata (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Tokoh Masyarakat yang juga pernah menjadi PTT/Pegawai Kontrak di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Herna menyebut, RW sudah pernah melanggar kode etik di masa dirinya menjadi ajudan Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, di awal Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.

“Itu dimulai pada saat menjadi Adc Sekda Abdul Mas Kohar, pada zaman kepeminpinan Almarhum Bupati H. Abubakar periode ke-1 (2008-2013),” kata Asep Herna.

“Pada saat itu saudara RW yang memang sebagai Adc (Ajudan) Sekda berhubungan dengan seorang ASN berinisial “Y” selaku staff di sekretariat daerah KBB, bahwa saudari “Y” diketahui telah berkeluarga dan mempunyai anak 1,” jelas Asep.

Ia menyebut, seiring waktu, tabir hubungan RW dan Y terkuak oleh suaminya sendiri.

Asep Herna bahkan menyebut katanya ada peristiwa kurang baik diketahui oleh suaminya Y sedang bersama RW di dikediamannya yang berkedudukan di salah satu Cluster di Kota Baru Parahiyangan Padalarang.

“Sontak kejadian tersebut berujung heboh di lingkungan Pemkab KBB pada saat itu,” ungkap Asep.

Ia menyebut Y akhirnya bercerai dengan suaminya, bahkan kasus perselingkuhan berlanjut hingga ke meja hijau karena suami Y, menurut sumber, melakukan tuntutan terhadap RW.

“Namun sepertinya kejadian tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan lenyap bak ditelan waktu,” tukasnya.

“Seterusnya saudari “Y” pindah ke Pemerintah Kota Bandunng dan sekarang telah berkeluarga merajut hidup baru, dan tidak mau mengulas masa lalu karena sudah mempunyai suami baru dengan profesi sebagai dosen di perguruan tinggi ternama di Kota Bandung,” imbuhnya.

Asep juga mengatakan bahwa saat RW dipercaya menjadi pejabat eselon 4, mulai dari Dinas Perijinan, dan Dinas Perhubungan KBB banyak saksi menyebut bahwa yang bersangkutan pernah pula menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang kebetulan sama-sama berinisial Y.

“Kami sangat prihatin sekali, sebenarnya enggan dan tabu untuk mengungkap kejadian masa lalu ini, akan tetapi demi kemaslahatan, dan menjadi pertimbangan Pucuk Pimpinan di Pemkab Bandung Barat agar mengevaluasi jabatan yang sedang RW emban saat ini, yang tentunya untuk perbaikan pembinaan ASN Kabupaten Bandung Barat kedepannya” tegasnya.

Asep Herna juga mengatakan, sebagai pembelajaran yang sangat berharga, kedepannya kasus ini diharapkan tidak terulang kembali.

“Jangan sampai terulang ada pejabat yang mempunyai rekam jejak memalukan tidak memperoleh pembinaan yang sepadan bahkan terkesan dilakukan pembiaran, hingga karier nya melesat saat ini mendapatkan jabatan strategis di eselon 2,” ungkap Asep Herna.

“Kalau Bupati, Wakil Bupati, Sekda selaku pimpinannya langsung dan DPRD selaku lembaga yang mempunyai fungsi pengawasan tidak bisa membina, mengontrol ASN yang tidak baik secara moralnya, biarkan kami selaku masyarakat yang akan membina perilaku pejabat bejat yang telah mengotori tanah kelahiran yang kucintai dan kubanggakan ini,” pungkas Asep Herna.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, saat, dihubungi oleh Bandungsatu.com, Kepala BKPSDM belum memberikan klarifikasi (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *