Polres Cimahi Mendirikan 11 Pos dan 2 Posko Terpadu Operasi Ketupat di Mudik Lebaran Tahun Ini

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra mengatakan bahwa musim mudik kali ini, Polres Cimahi mendirikan 11 pos yang berbeda dengan Operasi Lilin akhir tahun lalu.

”Untuk posko mudik lebaran tentunya kita akan bervariatif, ada 11 pos yang akan kita bangun dan ada perbedaan dari Operasi Lilin dengan operasi ketupat,” kata Nico, Kamis (05/03).

”Di Operasi Ketupat akan ada dua posko terpadu yang kita taruh di Alun-Alun Cimahi dan juga di non-Tol Padalarang. Tentunya kenapa kita buat dua posko terpadu mengingat ada jumlah pemudik yang cukup nanti signifikan, apalagi beberapa waktu sebelum lebaran akan ada libur Nyepi maupun ada WFA yang mungkin diikuti dengan libur anak sekolah,” imbuh Niko.

Niko juga memprediksi adanya lonjakan jumlah arus mudik lebaran yang diperkirakan mulai pada saat Jumat atau setelahnya, sekitar tanggal 13-14 Maret.

”Itu kami sudah mulai merasakan arus mudik lebaran,” ungkap Niko.

”Skemanya tentunya terkait dengan itu kita sudah biasa untuk melakukan kegiatan one way sepenggal di wilayah dari mulai batasan Lembang, mengingat Lembang itu adalah masih menjadi destinasi wisata yang cukup digemari oleh para pemudik, karena biasanya setelah nanti sudah tiba lebaran kemudian juga silaturahmi dengan keluarga dan akan masuk ke tahapan untuk libur bersama,” imbuh Niko.

Soal kepadatan di hari Lembang sendiri, menurut Niko karena kawasan tersebut masih menjadi destinasi wisata sehingga diperlukan adanya rekayasa lalu lintas dari mulai sepenggal kemudian juga pertigaan Beatrik.

”Tentunya nanti akan ada pertigaan beatrik dari mulai arah one way, kemudian nanti kita lihat yang akan kita one waykan dari bawah ke atas ataupun sebaliknya,” tegas Niko.

Ia juga mengatakan trouble spot lainnya di wilayah hukum Polres Cimahi adalah pertigaan Cimareme, dengan kepadatan lalu lintasnya yang sering terjadi. Di tempat tersebut Niko akan menempatkan personil pengurai.

Titik lainnya adalah Pertigaan Tagog dimana pertigaan menuju ke arah Pasar Padalarang tersebut sering menjadi titik simpul kepadatan.

”Tapi tentunya ada beberapa rekayasa lalu lintas untuk bisa mengurai. Tentunya dengan penarikan dari mulai kita tutup di pertigaan Tagog Padalarang baik arah sebaliknya, dari mulai Padalarang maupun dari arah Cianjur demikian,” jelasnya.

”Personil sampai sekarang masih kita lihat tentunya akan bervariatif, tapi yang pasti dari jumlah personil akan ada tim urai mobilitas dan Alhamdulillah pak Kasat Lantas membuat trouble spot inovasi dengan menyiapkan dua kendaraan box,” tambah Niko.

Niko menjelaskan dua kendaraan box itu adalah untuk bengkel mobile yang disediakan oleh Polres Cimahi. Yang dikendalikan anggota, montir dan mobil ini memiliki perlengkapan bengkel mobile yang bisa untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan.

”Ada tambal ban, kemudian isi air, isi angin, dan mungkin servis dengan ganti busi dan sebagainya,” kata Niko.

”Kita lakukan secara cuma-cuma dan mobile setiap hari 1 siaga 24 jam. Disediakan dua, kendaraan yang satu di wilayah KBB, yang satu di wilayah kota Cimahi. Kota Cimahi meliputi Margaasih,” jelas Niko.

Untuk kemudahan menghubungi mobile box, ke nomor Lapor Pak Kapolres 0812 7575 2003 bisa diakses oleh pemudik yang membutuhkan bantuan.

”Itu nanti kita akan datangkan kendaraan dan kita meluncurkan untuk bisa membantu pemudik untuk bisa kembali dengan selamat ketujaannya,” pungkas Niko. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *