Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Resmikan RPH Campaka Mekar yang Menghasilkan Daging Potong Berkualitas

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail meresmikan Kantor dan Rumah Potong Hewan (RPH), Pasar Hewan, dan Pusat Kesehatan Hewan di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (08/12).

Hadir dalam acara peresmian tersebut Sekda Bandung Barat Ade Zakir, perwakilan Bank BJB Cabang Padalarang, perwakilan dari PT KCIC, serta berbagai stakeholder lainnya yang turut mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menyampaikan, peresmian fasilitas ini memiliki arti penting karena dibekali dengan fasilitas yang lebih bagus dan memadai dibandingkan sebelumnya.

“Target utama dari pembangunan RPH dan fasilitas pendukungnya adalah menghasilkan daging dengan kualitas yang sangat baik untuk dikonsumsi masyarakat Jawa Barat, sekaligus meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat,” kata jeje.

Jeje mengatakan, kerjasama yang luar biasa di sektor peternakan dan perikanan akan membantu menjamin daging yang dihasilkan dari pemotongan di RPH tersebut, adalah halal dan aman, sehingga masyarakat lebih percaya dan mudah memperoleh makanan yang aman.

“Fasilitas ini dirancang secara lengkap, mulai dari penerimaan hewan, proses mortem, penyembelihan, hingga pengolahan daging sampai tingkat mateng – semua tahapan tersebut diawasi langsung oleh dokter hewan. Selain itu, akan ada sosialisasi yang diberikan kepada para peternak untuk memastikan peningkatan kualitas ternak,” jelas Jeje.

“Dengan adanya tempat ini, diharapkan kesejahteraan para peternak akan meningkat dan nilai jual ternak mereka juga akan menjadi lebih tinggi.

Saat ini, sudah sekitar 20 orang yang telah mendapatkan tugas di fasilitas ini,” imbuhnya.

Bupati Jeje juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengizinkan Kabupaten Bandung Barat menjadi daerah yang salah, dalam pengelolaan sektor peternak, sehingga akan dilakukan inventarisasi menyeluruh untuk menentukan apa yang dapat dianjurkan dan dilanjutkan dengan syarat, serta menghapus hal-hal yang tidak memiliki arti dan tidak dominan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bandung Barat, Wiwin Apriyanti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang telah berkenan meresmikan Unit Pelayanan Teknis (UPT) RPH, Pasar Hewan, dan Pusat Kesehatan Hewan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT KCIC, PSBI, dan semua stakeholder yang telah memberikan dukungan. Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas pelayanan di sektor peternak ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat Bandung Barat dalam memperoleh daging yang aman, sehat, utuh, dan halal, serta ternak yang dibeli di pasar hewan juga dalam kondisi sehat,” kata Wiwin.

Wiwin juga mengatakan, kapasitas pemotongan di RPH ini berkisar antara 30 hingga 150 ekor tergantung situasi dan kondisi, serta permintaan konsumen – terutama pada saat hari raya seperti Idul Fitri yang biasanya mengalami lonjakan permintaan daging.

Fasilitas yang terletak di lahan seluas 6.000 meter persegi ini termasuk pasar hewan yang sudah mulai diuji coba hari ini dan sudah menerima ternak pertama.

Penggunaan pasar hewan ini, jelas Wiwin, ditetapkan sebesar Rp11.000 per transaksi, dan dapat digunakan oleh siapapun untuk melakukan jual beli ternak. Dia menambahkan, Kabupaten Bandung Barat sudah memiliki beberapa pasar ternak dan yang baru ini adalah salah satu pasar sapi yang dimiliki oleh pemerintah untuk memudahkan akses peternak dan konsumen.

“Fasilitas ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam hal akses daging yang aman, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor peternak lokal dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” pungkas Wiwin. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *