BANDUNGSATU.COM – Dalam kunjungan ke Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (09/11), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto mengatakan, kedatangannya untuk memastikan penggunaan 20 persen dari Dana Desa (DD) digunakan untuk ketahanan pangan.
“Jadi tadi saya sudah bicara langsung, alhamdulilah pemanfaatan atau peruntukan Dana Desa untuk ketahanan pangan di desa ini sungguh luar biasa. Ada bio flok, sekaligus ada hidroponik ya, diatasnya. Itu ada 12 bio flok tadi, memelihara ikan nila,” kata Yandri.
Bioflok dan hidroponik ini, kata Yandri, telah menjadikan Desa Cilame sebagai desa tematik.
“Ujungnya kegiatan ini menjadi pemasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG,” tukas Yandri.
Atas berbagai inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama masyarakat Desa Cilame, Menteri Yandri memberikan apresiasi pada desa tersebut.
Menteri Yandri menyatakan bahwa kunjungan ini adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pembangunan desa dan pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat.
Ia menilai Desa Cilame sebagai contoh yang sukses dalam mengelola dana desa dengan baik, tidak hanya dalam bentuk konsep, tetapi dalam praktik nyata yang langsung memberikan manfaat bagi warganya.
“Saya melihat Desa Cilame sebagai desa yang tertib, kreatif, dan berhasil mengelola dana desa dengan sangat baik. Ketahanan pangan di sini bukan hanya sekadar konsep, tetapi sudah menjadi praktik yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Yandri.
Pada kesempatan tersebut, Yandri menekankan pula pentingnya kolaborasi antara BUMDes, pelaku usaha, koperasi, dan sektor swasta, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat mendukung pembangunan sarana publik seperti taman desa dan kawasan wisata edukatif.
“Desa Cilame memiliki potensi besar untuk menjadi desa wisata dan desa tematik. Saya berharap lahan-lahan yang belum dimanfaatkan dapat dikelola secara produktif, sehingga ekonomi desa benar-benar tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat desa,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi pada desa-sesa yang inovatif, Yandri menegaskan bahwa Pemerintah Pusat akan terus memperkuat dukungan bagi desa-desa berprestasi seperti Cilame.
Ia berharap semangat inovasi dan gotong royong yang ada di Desa Cilame dapat menular ke desa-desa lain di Bandung Barat dan seluruh Indonesia.
“Kami yakin, dengan kepemimpinan Bupati Jeje yang visioner dan dukungan masyarakat yang solid, Bandung Barat akan menjadi salah satu daerah percontohan pembangunan desa tingkat nasional,” ujar Yandri.
Di tempat yang sama, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Yandri di Kabupaten Bandung Barat.
Ia menganggap kunjungan tersebut sebagai motivasi baru bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk terus berinovasi dan memperkuat ketahanan pangan.
“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Menteri yang telah berkenan hadir di Desa Cilame. Kunjungan ini memberikan kebanggaan sekaligus energi baru untuk membangun desa yang mandiri, inovatif, dan produktif,” kata Jeje.
ia menambahkan, Desa Cilame merupakan salah satu desa padat penduduk di Kabupaten Bandung Barat, dengan lebih dari 32 ribu jiwa.
“Kepadatan ini justru menjadi potensi besar bagi pengembangan ekonomi lokal berbasis masyarakat,” ujar Jeje.
Jeje juga mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mendirikan 165 BUMDes yang aktif menjalankan program ketahanan pangan berkelanjutan, dan memastikan 20 persen dana desa dialokasikan untuk mendukung program tersebut.
“Kami memiliki berbagai desa tematik, seperti desa sapi, sayuran, ikan, ayam, padi, dan buah-buahan. Semua program ini kami arahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” jelas Jeje.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga telah membentuk 165 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk menguatkan ekonomi desa.
“Desa Cilame menjadi salah satu desa yang paling siap dalam mengembangkan model ini, bahkan telah menyiapkan tujuh gerai KDMP yang siap beroperasi di beberapa kecamatan. Kami akan terus melanjutkan program-program yang berpihak kepada masyarakat desa dan memastikan Bandung Barat menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Jeje.
Dalam kunjungannya, Yandri Susanto didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes dan PDT, Dr. Taufik Madjid, Pejabat Eselon I dan II Kemendes dan PDT, Asisten Daerah KBB, Kepala Perangkat Daerah, Camat Ngamprah, Camat Padalarang. Sementara Kepala Desa Cilame sebagai tuan rumah didampingi pengurus BUMDes Cilame, serta perwakilan masyarakat Desa Cilame.
Sementara itu Kepala Desa Cilame, Aas Mohamad Asor mengaku ia tidak mengetahui maksud kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI ke desanya. Ia baru mengetahui setelah Yandri menjelaskan perihal monitoring penggunaan Dana Desa.
“Di Desa Cilame Dana Desa sudah digunakan sebagaimana mestinya, diantaranya adalah untuk belanja infrastruktur unit usaha BUMDes dan juga ketahanan pangan 20 persen. Beliau mengatakan penggunaan Dana Desa di Cilame sudah sesuai dengan harapan,” jelas Aas.
Pada kunjungan tersebut, kata Aas, menteri juga memberikan arahan agar pengunaan tanah carik di Desa Cilame bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga bisa produktif menghasilkan pendapatan asli desa dan menjadi sarana kegiatan publik.
“Disamping sarana kegiatan publik, ini bisa mendapatkan manfaat dengan beragam fasilitas di tanah carik ini,” kata Aas.
“Dengan arahan ini kami termotivasi dan pa Menteri menyampaikan juga agar ke depan para pelaku usaha atau pengusaha bisa mengalokasikan CSR guna mendukung pengembangan BUMDes Desa Cilame dengan memaksimalkan lahan yang ada. Bahkan pa Bupati juga didorong untuk turut membantu pengembangan BUMDes Desa Cilame,” imbuh Aas.
Ia mengatakan dengan arahan tersebut pihaknya sangat terbantu membuat kerangka kawasan ekonomi desa berbasis edu wisata desa.
“Beliau mengapresiasi bahwa di BUMDes Duta Usaha Rancage ini telah menyediakan fasilitas sewa joglo,lapangan futsal, ada juga unit usaha ikan nila berbasis sistem ras dan bio flok. Beliau mengarahkan agar BUMDes bisa bekerja sama dengan SPPG sebagai pengelola MBG,” pungkas Aas. (*)






