BANDUNGSATU.COM – Lembang Park and Zoo pada 18 Oktober 2025 menginjak umur lima tahun. Hal itu disampaikan oleh Management Lembang Park and Zoo, Evan Hans Christian, Rabu (08/10).
Ia mengatakan bahwa pada hari jadinya ada exhibit reptil yang baru dengan ikon Komodo yang dikembangbiakan tanpa jantan.
“Kami juga akan melakukan opening untuk exhibit unta yang baru, karena unta akan datang pada tahun ini. Selain kita sudah membuka opening dengan ikon komodo yang dikembang tanpa jantan. Kami juga akan mengadakan Zoo Run dengan tema Komodo,” kata Evan.
Evan juga mengatakan bahwa pengembangbiakan Komodo tanpa jantan ini sudah berhasil membuahkan 2 anak komodo.
“Komodonya indukannya sudah cukup lama. Nanti proses pengembangbiakannya akan kami ceritakan pada tanggal 18 Oktober.
Ia juga mengatakan bahwa pada 18 Oktober nanti pada saat Zoo Run diperkirakan ada 1000 peserta dengan catatan, usia 60 tahun dipertimbangkan tidak untuk ikut. Selain faktor stamina, juga berkaitan dengan faktor kesehatan.
“tapi untuk peserta kan sampai 1000. Kelebihannya Zoo Run akan lari mengitari LPZ dengan vibes melihat satwa. Ada dua kategori 5 KM dan 10 KM,” kata Evans.
Ia mengatakan bahwa pendaftaran Zoo Run sudah dibuka pada 10 September lalu dan akan ditutup pada 10 Oktober.
“Namun kalau animo masyarakat besar, kami akan extend pendaftarannya sampai 15 Oktober mendatang,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa bahwa pendaftaran Zoo Run untuk yang 5 KM Rp 200 ribu sementara untuk yang 10 KM Rp 300 ribu.
“Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk Lembang Park and Zoo,” kata Evan.
Ia menjelaskan bahwa para pelari dengan biaya tersebut selain tiket masuk LPZ juga akan mendapatkan jersey, race pack dan juga goody bag.
“Goody bagnya ada produk dari sponsor dan juga ada mendali untuk finisher,” ungkap Evan.
“Kita tidak ada cut of time. Semua akan mendapat mendali. Konsepnya fun run,” imbuhnya.
Evan menambahkan bahwa pendaftaran lari tersebut sudah cukup murah, karena sudah termasuk tiket LPZ. Startnya pun tidak terlalu pagi, pukul 05.00 untuk yang 10 KM dan pukul 5.30 untuk yang 5 KM.
Sementara itu Humas Lembang Park and Zoo, Wawan merasa bersyukur karena LPZ dalam perjalanannya bisa survive dari Covid 19 yang mengaharuskan LPZ tutup. Namun kemudian bisa buka kembali setelah Covid, masih tertatih-tatatih, namun bisa survive.
“Awal konsep kita dulunya farm, tempat bermain. Mini Zoo hanya tambahan saja. Dulu cuma 10 ekor hewan. Saat ini total koleksi kurang lebih 1000 satwa dengan 200 an spesies,” pungkas Wawan. (*)






