BANDUNGSATU.COM – Lembang Street Carnival dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia diikuti 16 desa di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ribuan warga tumpah ruah turun ke jalan memadati jalan protokol sepanjang jalan Raya Lembang dan menyebabkan kemacetan dari berbagai ruas jalan pada Rabu (13/08)
Karnaval ini adalah perhelatan tahunan menjadi salah satu acara paling dinanti masyarakat Lembang. Warga dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam parade penuh aneka ragam kreasi itu.
Sejak pukul 13.00 WIB, dari kawasan Borma Lembang mulai dipadati peserta karnaval. Mereka berkumpul di titik awal yang telah ditentukan dengan penuh antusiasme.
Beraneka ragam kostum tradisional, kreasi busana unik, hingga kendaraan hias mewarnai sepanjang rute karnaval. Jalan Raya Lembang seolah berubah menjadi panggung budaya terbuka.
Sejumlah peserta tampil mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Ada pula yang berdandan ala pahlawan nasional, membawa semangat perjuangan di era kemerdekaan.
Tak hanya masyarakat umum, hampir seluruh sekolah di Kecamatan Lembang turut serta. Pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA tampil kompak dalam barisan drumband, tarian, dan yel-yel kemerdekaan.
Komunitas lokal pun tak ketinggalan ambil bagian. Mereka membawa kendaraan hias, ogoh-ogoh, dan berbagai atribut kreatif lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri dalam parade.
Karnaval ini menempuh rute dari kawasan Borma hingga Alun-alun Lembang, yang menjadi titik akhir acara. Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas dialihkan, sementara jalanan protokol dipenuhi lautan manusia.
Warga yang tidak ikut berpartisipasi dalam barisan turut menyemarakkan acara dari pinggir jalan. Banyak yang mengabadikan momen lewat kamera ponsel.
Di sepanjang rute, sorak sorai dan tepuk tangan terus menggema. Setiap kelompok peserta menyuguhkan atraksi yang berbeda-beda, mulai dari pertunjukan budaya, parodi sejarah, hingga kampanye lingkungan. Bahkan penampilan sound horeg pun turut memeriahkan acara.
Beberapa kendaraan hias mengangkat tema perjuangan kemerdekaan, sementara yang lain menampilkan isu-isu kekinian seperti pelestarian alam dan kearifan lokal.
Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Lembang, Agus Karyana, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini meningkat drastis.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar. Semua desa, sekolah, dan komunitas ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-80,” ujarnya.
Menurut Agus, jumlah peserta dan penonton yang hadir diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Ia menyebut satu desa bahkan membawa hingga 3.000 orang warganya.
“Kalau dijumlahkan dengan pelajar dan warga yang menonton dari Borma sampai Simpang, totalnya mencapai sekitar 50 ribu orang,” katanya.
Agus menyebutkan, karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah ekspresi dan edukasi bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dijaga sebagai sarana mempererat kebersamaan.
“Kegiatan ini harus bisa jadi sarana edukasi, khususnya bagi generasi milenial dan Z, agar mereka memahami arti kemerdekaan dengan cara yang positif,” imbuhnya.
Kreasi peserta tidak berhenti pada busana atau kostum. Banyak desa membawa ikon khas masing-masing, seperti replika ikan raksasa, buaya sepanjang tujuh meter, kujang raksasa, hingga atraksi debus.
Ada pula parodi sejarah, seperti adegan tahanan zaman Belanda yang dibawakan secara teatrikal oleh warga. Atraksi tersebut menjadi sorotan di sepanjang perjalanan.
Masyarakat juga membawa hasil bumi dari daerah masing-masing. Mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga produk lokal seperti gula aren turut dipamerkan.
“Penampilan tahun ini sungguh luar biasa. Semangat warga dalam membangun dan menunjukkan identitas Lembang sangat terasa,” tambah Agus.
Ia menambahkan bahwa panitia telah menyiapkan hadiah untuk para pemenang festival. “Ada juara umumnya. Nanti setelah ini kami nilai karena kan banyak karyanya jadi tidak bisa langsung kemungkinan diumumkan pas 17 Agustus,” tambahnya.
Saat barisan terakhir tiba di Alun-alun Lembang, langit mulai mendung dan cahaya senja menyelimuti kawasan tersebut. Meski demikian, semangat peserta dan penonton tidak surut.
Eko (38), warga Desa Mekarwangi, mengaku selalu menantikan karnaval ini setiap tahun. Ia datang bersama keluarganya untuk menyaksikan kemeriahan secara langsung.
“Setiap tahun kami ikut. Tapi tahun ini jauh lebih semarak. Pesertanya lebih banyak dan lebih variatif,” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan berakhirnya karnaval, rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di Kecamatan Lembang resmi dimulai. Mengingat pada Kamis (14/8/2025), Kecamatan Lembang akan mengibarkan bendera merah putih raksasa di atas gunung batu Lembang. (*)






