Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM  – Banjir menggenang kawasan Cimindi tepatnya Jalan Jenderal Haji Amir Machmud yang menjadi perbatasan wilayah Kota Cimahi dan Kota Bandung, pada Rabu (02/07) malam.

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Alun-alun Cimahi yang mengarah ke Kota Bandung sempat lumpuh total. Tak hanya menggenangi Jalan Jenderal Amir Machmud Cimahi, air juga merendam jalan yang menjadi akses utama warga Perumahan Graha Indah, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Pantauan di lokasi pada Kamis (03/07), pemilik kios-kios di pinggir Jalan Jenderal Haji Amir Machmud terlihat masih membersihkan sampah-sampah sisa banjir. Lumpuh sisa banjir pun masih terlihat menumpuk di jalan tersebut.

“Iya banjir (tadi malam) jam 8 lewatlah, ini masuk kios, lumpur semua ini. Itu (di Jalan Amir Machmud) masih banyak lumpur,” kata Fauziah, salah satu pemilik kios. Fauziah juga mengkonfirmasi jika banjir di dekat fly over Cimindi ini merupakan peristiwa tahunan.

“Tahun ini juga udah tiga kali (banjir),” kata Fauziah. Hal serupa diungkapkan Safrin, pemilik kios di tempat yang sama. Banjir yang terjadi di kawasan Cimindi ini merupakan peristiwa yang terulang dalam setiap tahun.

“Jam setengah sembilan, tiap tahun. Ini buangan air dari atas gede. Tadi malam banjir sedengkul (lutut),” kata Safrin. Terpisah, sejumlah anggota Security Perumahan Graha Indah, Jalan Jenderal Haji Amir Machmud, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung terlihat mengeruk lumpur menumpuk di jalan yang menjadi akses ke perumahan.

“Ini lumpur sekitar 15 Sentimeter tebalnya, kami keruk, biar bisa masuk kendaraan,” kata Muhamad Dede Jaenudin (48), salah satu anggota Security di lokasi. Pria yang kerap disapa Dede itu mengungkapkan, banjir menggenang kawasan perumahan pada Rabu (02/07) malam.

Banjir berasal dari luapan air sungai yang melintasi di perumahan setempat. “Kalau perkiraan saya itu karena gorong-gorong saluran air (di bawah Jalan Jenderal Haji Machmud) terlalu kecil, tidak bisa menampung jadi meluap ke jalan ini, akses warga graha indah. Karena kecil, tersumbat (sampah) airnya balik, terus meluap ke sini,” kata Dede.

Dede tak menampik jika peristiwa banjir tersebut telah terjadi bertahun-tahun. Setidaknya banjir serupa terjadi sebanyak dua kali dalam setahun. Banjir yang terjadi pada Rabu (2/7/2025) termasuk banjir yang paling besar karena tingginya mencapai 1,5 Meter. “Ini banjir tahunan, setahun dua kali.

Biasanya November atau Desember, ini Juli udah banjir. Tadi malem sekitar 1-2 meter. Jadi di sini seolah jadi penampungan air, padahal ini perumahan,” ujar Dede.

Dede menuturkan, debit air sungai yang melintasi perumahan kerap meningkat drastis saat hujan lebat. Tembok pembatas sungai pun telah dibangun lebih tinggi dari permukaan jalan. Namun, hal itu tak bisa menahan luapan air saat hujan lebat.

“Memang aliran airnya deras banget. Air dari kawasan atas Setra Duta, Aruman, Sariwangi, Babakanloa ke ke sini. Sungainya sudah lumayan besar, tapi pas sampai sini mau masuk, gorong-gorongnya tidak bisa menampung air. Jadi airnya balik,” tegasnya.

Dede pun berharap instansi dari pemerintah terkait bisa memberikan solusi dari banjir tahunan yang kerap menghantui warga Perumahan Graha Indah Cimindi yang masuk wilayah Kota Bandung maupun pengguna Jalan Jenderal Haji Amir Machmud Kota Cimahi.

“Instansi pemerintah khususnya Kota Bandung, lihatlah ke warga Kompleks Graha Indah, banjir seperti ini. Udah tahunan, tolong diperhatikan, kasian. Kalau gorong-gorong kalau bisa dibetulkan. Itu salah satu solusi,” ungkapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *