BANDUNGSATU.COM – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Bandung Barat, Aliansi Rakyat Bersatu (ARB ) akan melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Stasiun Padalarang dan Camping di halaman Kantor Bupati Bandung Barat. Ketua Aliansi Rakyat Bersatu KBB, Bambang Irawan, Rabu (11/06), mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk gerakan moral yang merupakan kado untuk Hari Ulang Tahun KBB ke 18.
“Ini akan disuarakan nanti di lapangan. Kami juga sudah memberitahukan kepada Polres Cimahi. Aksinya pada Rabu dan Kamis 18 sampai 19 Juni,” ujar Bambang. Bambang juga mengatakan bahwa estimasi massa yang mengikuti aksi ini sebanyak 50 orang. “Jumlah ini cukup untuk mewakili masyarakat Bandung Barat,” kata Bambang.
“Kami akan menggelar orasi, seperti yang sudah terberitakan oleh media. Yang kedua kami juga akan melakukan teatrikal, yang diiringi dengan seni budaya, dengan tujuan, tetap pada prinsipnya kemasan aksi, kami terkesan damai,” imbuh Bambang.
Setelah orasi dan aksi teaterikal di depan Stasiun kereta api Padalarang, kata Bambang, mereka akan bergeser ke depan Kantor Bupati KBB untuk mendirikan tenda.
“Ada 20 tenda. Kami bermalam di sana. Karena menyambut HUT KBB, kami pun akan mengadakan acara api unggun. Dalam acara api unggun tersebut kami pun akan merenung sebagi bentuk refleksi, dari awal pembentukan otonomi Bandung Barat sampai sekarang dan ke depan harus seperti apa,” jelas Bambang.
Dengan digelarnya aksi tersebut bambang berharap agar Pemerintahan Bandung Barat kembali ke tujuan awal dan tidak terpengaruh oleh oknum-oknum yang hanya melakukan tindakanya demi kepentingan pribadi.
“KBB harus kembali pada fitrohnya, kembali pada kitohnya. Karena kami sayang pada Bupati KBB, pak Jeje, kami harap Bupati tidak terpengaruh oleh pembisik-pembisiknya yaitu oknum yang hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya,” tegas Bambang.
Bambang pun kembali mengungkapkan bahwa dalam menjalankan pemerintahannya Bupati Bandung Barat harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena dengan membuka diri berkomunikasi maka ia akan bisa belajar menata KBB dengan baik.
“Kalau tidak membuka diri maka akan sulit untuk membangun KBB dengan baik, sehingga tinggal tunggu saja kehancurannya,” tukas Bambang.
Bambang pun mengungkapkan dua tuntutan pada aksi unjuk rasa dan camping tersebut. Ia berharap agar orang-orang di sekitar Bupati yang memiliki agenda tertentu agar diganti.
“Yang pertama, pecat Sekda Bandung Barat, yang bernama Ade Zakir. Yang kedua pecat Sekretaris pribadi Bupati yang bernama Ridwan. Ini yang menjadi isu penekanan kami terhadap pemerintahan Bandung Barat,” ujarnya.
Ia juga mengaku bahwa isu turunan dalam aksi yang akan digelar dua hari tersebut akan disampaikan dalam selebaran, dimana selebaran tersebut diharapkan isinya sampai pada semua warga Bandung Barat.
Sementara itu dalam rilis yang disampaikan pada media, Aliansi Rakyat Bersatu Bandung Barat menyampaikan sejumlah tuntutan, yaitu berhentikan Sekretaris Daerah, Ade Zakir Hasim dan berhentikan Sekpri Bupati Bandung Barat, Ridwan tinjau ulang seluruh pengangkatan Pejabat Eselon 2 hasil Open Bidding berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.157-BKPSDM/2024, usut tuntas dugaan pengadaan TV display di Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik KBB (aliran dananya diduga untuk mendanai kampanye Paslon di Pilkada), lakukan audit BUMD dan evaluasi tata kelola Pemerintahan. (*)






