BANDUNGSATU.COM – Mengisi libur long weekend, banyak siswa berkunjung ke tempat wisata edukatif di Kawasan Kota Baru Parahyangan Desa Bojonghaleuang Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Menurut Hilman, Ketua pelaksana kegiatan, di Kota Baru Parahyangan saat ini sedang ada kegiatan edukatif, sehingga pas jika anak-anak sekolah melakukan Kunjungan pada long weekend ini.
“Field trip ke sini ada tiga Pilihan. Eksplorasi lingkungan, pembuatan sabun dan juga permainan tradisional,” kata Hilman.
”Ini sangat kita perhatikan karena memiliki manfaat bagi anak-anak,” lanjut Hilman. Hilman juga mengatakan bahwa soal permainan anak-anak, pihaknya menghadirkan permainan tradisional yang saat ini sudah nyaris tidak pernah dimainkan lagi. ”Anak-anak itu tidak hanya pembelajaran di dalam kelas.
Di Sekolah kami itu ada juga pembelajaran di luar kelas,” ujar Hilman.
Ia juga mengatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan memang seharusnya variatif, terutama field trip yang bisa bermanfaat bagi masa depan para siswa. 194 siswa yang berkunjung sendiri, mulai dari kelas 1 sampai kelas 5. Mereka tampak antusias menerima penjelasan dari para pembimbing dan gurunya.
Hilman sendiri mengatakan bahwa pihaknya selalu mengadakan field trip semacam ini agar wawasan para siswanya menjadi lebih luas.
Sementara itu Ketua Kube, Nining Yuningsih mengatakan bawa edu wisata di Kota Baru Parahyangan sudah berjalan selama enam tahun. Salah satu yang paling diandalkan adalah kaulinan jaman baheula.
”Kaulinan jaman baheula ini kan sudah sangat jarang dimainkan. Jadi kami hadirkan sebagai salah satu ciri khas,” ujar Nining. Terkait dengan kegiatan pembutan sabun, Nining juga mengatakan bahwa di Kube untuk pembuatan sabun bahkan menggunakan daun bunga matahari.
Ia pun mengatakan bahwa daun tersebut bisa juga digunakan sebagai herbal. ”Daun bunga matahari bisa dibuat teh sebagai herbal,” jelasnya.
”Untuk herbal kami juga punya unggulan yaitu, jahe. Ada juga daun katuk,” imbuh Nining. Nining juga mengaku bahwa awalnya pembuatan sabun herbal ini, berawal dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BRI dan UNPAD dan kemudian dinaungi oleh Yayasan Kota Baru Parahyangan. (*)






