BANDUNGSATU.COM – Kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung Barat mengakibatkan masyarakat harus memikul warga yang sakit dengan cara berjalan kaki ratusan meter menuju kendaraan untuk membawa rumah sakit.
Ada jalan yang rusak membuat mobil ambulans tak bisa masuk sehingga warga sakit ditandu memakai kain sarung dan kayu bambu.
Peristiwa ini terekam kamera warga dan sempat viral di media sosial. Terlihat, beberapa orang warga menggotong seorang pasien sakit dengan bambu dan sarung. Mereka menempuh jalan rusak dengan kondisi tanah merah dan berbatu.
Berdasarkan hasil penelusuran di vidio yang beredar, kejadian ini terjadi, Kampung Citiis, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat, pada Kamis 17 April 2025 sore.
Selain jalan rusak, peristiwa warga sakit ditandu itu terpaksa dilakukan karena diperparah jalan tertup longsor. “Betul kejadiannya hari Kamis kemarin, itu karena jalan rusak dan ada longsor jadi ambulans gak bisa masuk. Makanya ditandu jalan kaki,” kata Kepala Desa Wangunsari, Dadang Hermawan saat dikonfirmasi, Senin 21 April 2025.
Dadang mengatakan, warga sakit yang ditandu itu merupakan lansia bernama Eben, warga Citiis, RT 06/06 Desa Wangunsari. Saat itu, korban mengalami serangan stroke sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin. Mereka harus berjalan sepanjang 800 meter karena rumah korban tak bisa masuk kendaraan.
“Pasien berasal dari Kampung Citiis. Mereka jalan tandu sepanjang 800 mater, rencananya mau dibawa ke RSUD Cililin,” jelas Dadang. Dadang mengakui jalan menuju kampung Citiis rusak parah sejak tahun 2020.
Jalan sepanjang 4 kilometer itu merupakan aset pemerintah desa yang direncanakan direnovasi tahun 2020. Namun, karena kendala Pandemik Covid-19, anggaran perbaikan jalan dialihkan untuk penanggulangan kesehatan. Saat itu, jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan roda empat apalagi saat hujan turun. Selain belum tersentuh perbaikan, jalan itu kerap rusak karena kirmir belum diperbaiki sehingga tatkala hujan air masuk ke badan jalan. Ditambah, akses jalan ini rawan longsor karena tanah labil dan kontur berbukit. “Di RPJMD sudah dimasukkan sejak 2020 untuk diperbaiki, tapi karena Corona kegiatan infrastruktur tergerus pemulihan Covid karena harus ada BLT dan lainnya. Insyaallah tahun 2025 bakal ada perbaikan bertahap,” ungkapnya. (*)






