Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan Memantau Pergerakan Arus Balik Pemudik di Pospam Idul Fitri Simpang Padalarang

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan memantau Pospam Idul Fitri di Simpang Tol Padalarang, KBB. Jumat (04/04). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNGSATU.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan meninjau Pos pengamanan  Idulfitri 1446 hijriyah di Simpang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (04/04).

Erwan mengatakan, sejauh ini kondisi arus lalu lintas di kawasan tersebut cenderung lancar kendati sempat mengalami kendaraan beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah pagi ini masih terpantau sangat lancar walaupun sudah mulai ada pergerakan-pergerakan ke arah rame,” katanya saat ditemui selesai memantau Pospam Idul Fitri, Jumat (04/04).

Erwan pun menambahkan, pada H+4 lebaran tersebut diperkirakan kenaikan volume kendaraan arus balik terjadi usai pelaksanaan shalat jumat.

“Tapi kemungkinan besar setelah jumatan yang mulai padatnya seperti hari kemarin. Kemarin sempat diberlakukan one way dari mulai pagi sampai malam karena cukup padat,” ujarnya.

Lebih lanjut mengatakan, dalam menghadapi puncak arus balik lebaran 1446 hijriyah tersebut para petugas gabungan yang ada di wilayahnya siap melakukan pengamanan.

“Puncak arus balik itu sendiri diperkirakan hari Sabtu minggu besok. Tapi alhamdulillah para petugas sudah siap untuk mengantisipasi dari puncak arus balik. Kita juga monitor dari CCTV di mana tempat-tempat pusat kepadatan,” imbuhnya

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengimbau, kepada warga masyarakat yang saat ini tengah mudik untuk tidak membawa keluarga baru. Terkecuali sudah ada kepastian mendapatkan pekerjaan di tempat yang baru.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang saat ini sedang mudik kep kampungnya masing-masing jika nanti kembali ke kota tidak membawa anggota keluarga yang kira-kira di sininya mereka belum ada pekerjaan,” ungkapnya.

“Kecuali sudah pasti ada penerimaan dan dia sudah pasti diterima ga apa-apa. Tapi kalau di sini hanya membebani keluarga yang bawa dan kedepannya membebani pemerintah ya jangan lah lebih baik tinggal di daerah,” ujarnya.

Erwan pun mengimbau di daerah pedesaan untuk kembali mencetak lebih banyak lagi petani millennial. Dengan begitu, arus urbanisasi dari desa ke kota dapat minimalisir.

“Bahwa di desa pun mereka bisa berusaha bisa mencari nafkah tidak harus selalu ke kota Harus betul-betul nanti desa mandiri itu betul-betul diwujudkan tidak hanya sekedar slogan atau seremonial saja. Bagaimana desa mandiri ini bisa mencetak lapangan kerja,” Ungkapnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *