Keinginan Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi dari Bagi Hasil PKB untuk Kota-Kabupaten Diperuntukan Pembangunan Jalan

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Gubernur Terpilih, Dedi Mulyadi ketika mengadakan pertemuan di Gedung Pakuan Bandung dengan para Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota – Kabupaten di Jawa Barat mengharapkan dana bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) digunakan untuk membangun infrastruktur terutama jalan. Menurutnya bila uangnya dibuat untuk pembangunan jalan-jalan di wilayah Kota – Kabupaten, masing -masing maka akan “leucir.”

Sementara itu ada pertemuan tersebut Kepala Badan Pendapatan Daerah KBB, Dudi Prabowo, mengatakan apa yang disampaikan Gubernur Jawa barat terpilih Dedi Mulyadi tersebut sudah ada aturannya, pada UU Nomor 1 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah No 35 tahun 2023 masing masing Kabupaten Kota sudah mempersiapkan perangkat aturannya.

Dudi mengatakan bahwa terkait bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor itu sifatnya kolaboratif.

“Itu sifatnya kolaborasi antara Pemprov dengan Kota – Kabupaten. Jadi Kota- Kabupaten diminta untuk lakukan sosialisasi, kemudian penulusuran kendaraan yang tidak daftar ulang,” kata Dudi.

Dudi juga mengatakan potensi pajak dari Pajak Kendaraan Bermotor KBB untuk tahun 2025 mendapatkan berjumlah 163 miliar rupiah. Ia pun mengatakan untuk bagi hasil dari pajak itu, terutama untuk pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, alokasinya ada pada perencanaan yang dilakukan di Bappelitbangda.

“Mungkin nanti arahan akan dilakukan dalam perencanaan di Bappelitbangda Kabupaten dan Provinsi, soal jalan leucir ini,” ungkap Dudi.

Namun demikian, Dudi mengaku bahwa arahan dari Gubernur Terpilih alokasi bagi hasil pajak itu harus diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan, pendidikan dan kesehatan.

Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur Jawa Barat Terpilih, Dedi Mulyadi, akan memfokuskan dana bagi hasil pajak untuk membangun infrastruktur. Yang paling utama, kata Dedi adalah pembangunan jalan, karena memiliki dampak pada kegiatan ekonomi.
Dedi pun merencanakan pembangunan jalan tol dari Pasteur menuju Lembang. Hal tersebut disambut baik Kadishub Bandung Barat, Fauzan Azima yang mengatakan, hadirnya infrastruktur tambahan berupa jalan akan memberikan sejumlah opsi bagi masyarakat yang akan berkunjung ke Bandung Barat khususnya Lembang.

“Saya baru dengar ada wacana Tol Pasteur-Lembang. Memang, pembangunan infrastruktur jalan di Bandung Barat tak sebanding dengan pertumbuhan volume lalu lintas, jadi ketika ada penambahan infrastruktur, kita sambut baik. Karena itu membantu kapasitas pendistribusian kendaraan di beberapa jaringan lalu lintas. Masyarakat punya opsi-opsi saat ke Bandung Barat,” kata Fauzan, Selasa (21/01).

Fauzan mengatakan, ia sangat menyambut rencana ini, karena Bandung Barat bagian utara seperti Lembang, Parongpong dan Cisarua kerap menjadi langganan macet khususnya di momen akhir pekan maupun libur panjang.

Ia yakin, dengan kajian yang komprehensif, Tol Pasteur-Lembang dinilai dapat menekan angka kemacetan khususnya di wilayah tersebut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *