BANDUNGSATU.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bernama Calvin yang diduga mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan dikabarkan hilang, pada Minggu siang (19/01) sudah diketemukan oleh keluarga.
Sebelumnya, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Bandung Barat mengkonfirmasi bahwa Calvin merupakan PNS yang bertugas di bagian aset.
“Betul, Calvin PNS yang bertugas di bagian aset Dispora Bandung Barat,” kata Kadispora Bandung Barat, Imam Santoso ketika dikonfirmasi, Minggu (19/01).
Imam juga membenarkan adanya dugaan KDRT yang dialami oleh Calvin. Hal itu terungkap saat pihaknya curiga terhadap tindak laku Calvin. Selain susah dihubungi, Calvin juga diketahui tidak masuk kerja.
“Kejadiannya begini, hari Rabu (08/01) Calvin tidak masuk, kita kontak dan butuh untuk keperluan validasi aset kan. Nah tapi kemudian di hari Jumat, ada WA dari istrinya, ngomong bahwa Calvin sakit demam,” jelas Imam.
Kecurigaan semakin kuat saat Calvin menghubungi rekan kerjanya di Dispora. Calvin mengatakan bahwa dirinya tidak masuk karena sedang ada masalah.
“Hari Sabtu (11/01) Calvin yang nge Wa ke Setiawan, bilang ada tragedi. Kita jadi bertanya tanya. Dia juga bilang tidak pegang hape dari kemarin,” ujarnya.
“Karena kita butuh validasi aset, kalau tidak bisa kita mintalah pasword kan datanya ada di komputer, kan kota dituntut untuk validasi,” imbuhnya.
Tanda-tanda Calvin mendapatkan KDRT menguat saat rekan kerja Calvin membuka komputer di ruang kerja Calvin. Di komputer tersebut, ada notifikasi pesan yang masuk dari sang istri yang meminta Calvin untuk berobat ke puskesmas.
“Pas hari Senin (13/01) ada Wa yang masuk di Komputer, ada bahasa dari istrinya, kamu berobat ke puskesmas tapi ada foto Cavin itu (yang lebam),” tuturnya.
Rekan-rekan kerja Calvin pun makin curiga dan memutuskan untuk mengontak pihak keluarga hingga melakukan kunjungan ke rumah untuk memastikan kondisi Calvin.
“Saya perintah kan ke staf coba cek ke rumahnya, dicek ternyata udah rumah ke Ciparay. Kemudian kita dapat alamatnya. Staf saya juga telepon ke orang tuanya untuk sama-sama nengok. Begitu masuk, kaget istrinya, staf saya bilang katanya sakit kita mau nengok. Saat itu, Calvin pakai hoodie, dicek dijelaskan ada ini ini dan lain sebagainya,” terang Imam.
Imam menambahkan, peristiwa dugaan KDRT itu juga telah coba dibawa ke ranah hukum dengan membuat laporan ke Polsek Ciparay.
Di Polsek Ciparay, Calvin mengakui telah mendapatkan penganiayaan dari istrinya.
“Ke polsek Ciparay sama staf saya juga. Di Polsek dia mengakui bahwa dia mengalami kekerasan oleh istrinya. Karena harus dilengkapi dengan data, direkomendasikan oleh polsek untuk melakukan visum, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Imam menambahkan, pihaknya memberikan waktu kepada Calvin untuk menyelesaikan permaslahan tersebut.
“Kami tentu memberikan waktu untuk penyembuhan dan menyelesaikan masalah tersebut. Kalau pekerjaan tidak terganggu, karena tugasnya ada yang mengcover,” pungkasnya.
Dugaan KDRT yang dialami ASN Bandung Barat viral setelah diunggah pihak keluarga di media sosial, menyusul tidak ditemukannya Calvin saat dijemput di rumahnya.
Unggahan tersebut diunggah pertama kali oleh Aditya Artha melalui akun @adityaarthaz yang mengaku sebagai kakak Calvin.
Dalam foto dan video yang beredar, terlihat Calvin mengalami sejumlah luka mulai dari lebam di bagian mata hingga lecet-lecet di bagian telinga. Calvin pun dilaporkan hilang sejak hati Sabtu (18/01).
Akun @adityaarthaz kemudian membuat unggahan terbaru yang menyebut Calvin telah ditemukan pada pukul 14.45 WIB, Minggu (19/01). (*)






